Notification

×

OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah

26 September 2026 | September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T15:50:32Z

 

Puncak Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang digelar OJK di Jakarta menjadi wadah edukasi dan kompetisi generasi muda dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah.(Dok.Istimewa)



JAKARTA, indinews.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda untuk memperkuat pemahaman mengenai ekonomi dan keuangan syariah sekaligus mengambil peran dalam pengembangan sektor tersebut.


Upaya itu salah satunya dilakukan melalui Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2026 yang menjadi ruang edukasi, kompetisi, sekaligus pengembangan kapasitas pelajar dan mahasiswa dalam memahami keuangan syariah.


Puncak ISFO 2026 mengusung tema “Learn, Innovate, Elevate” dan berlangsung di Aula Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Kamis (24/9/2026).


Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, kegiatan tersebut dirancang agar pengetahuan keuangan syariah tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan dan kegiatan ekonomi.


“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Dicky.


ISFO 2026 diikuti 11.952 peserta yang tergabung dalam 4.030 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, dengan kenaikan peserta sekitar 12 persen dan jumlah tim sekitar 15 persen.


Dicky mengatakan, capaian tersebut menunjukkan tingginya partisipasi generasi muda dalam kegiatan edukasi keuangan syariah. Ia menekankan bahwa proses pembelajaran menjadi bagian penting dari kompetisi tersebut.


OJK juga mendorong peserta agar menjadi generasi yang mampu memahami keuangan, menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan, menciptakan nilai tambah melalui kegiatan produktif, serta mengenali risiko dalam aktivitas keuangan.


“Yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang CAKAP, BIJAK, PRODUKTIF, dan TERLINDUNGI,” ujarnya.


Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan Indonesia memiliki potensi generasi muda yang dapat berperan dalam pengembangan ekonomi syariah.


“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” kata Abdul Mu’ti.


Menurut Abdul Mu’ti, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kekayaan, tetapi juga bagaimana manfaat kegiatan ekonomi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.


Ia mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan pengetahuan, mengembangkan kreativitas, mengelola keuangan secara bijak, serta membangun usaha yang mampu menghasilkan nilai tambah.


Dorongan terhadap aktivitas ekonomi generasi muda juga disampaikan Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono.


Ferry menilai koperasi dapat menjadi salah satu wadah yang relevan bagi generasi muda untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara bersama-sama.


“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Ferry.


Ia juga mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang tersedia, tetapi turut menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang memiliki nilai tambah.


Penguatan Literasi Keuangan Masuk Pendidikan


Dalam rangkaian puncak ISFO 2026, OJK bersama Kemendikdasmen juga menandatangani Nota Kesepahaman terkait penguatan pendidikan dan literasi keuangan.


Kegiatan tersebut sekaligus diisi dengan peluncuran Bahan Ajar Literasi Finansial Fase E dan Fase F. Materi tersebut disusun OJK bersama pemangku kepentingan terkait untuk mendukung panduan pendidikan literasi finansial yang diterbitkan Kemendikdasmen pada 2024.


Bahan ajar tersebut mengintegrasikan kompetensi literasi finansial dalam pendidikan formal melalui pembelajaran intrakurikuler, termasuk mata pelajaran Matematika dan Ekonomi, serta kegiatan kokurikuler.


Materi yang telah dikurasi tersebut tersedia melalui platform Rumah Pendidikan Kemendikdasmen. Kehadirannya diharapkan membantu tenaga pendidik memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang relevan dengan kehidupan peserta didik.


Pada tahap final, ISFO 2026 mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah dalam tiga kategori kompetisi, yakni Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, CCKS kategori mahasiswa, serta Wirausaha Muda Syariah (WMS) kategori mahasiswa.


Pada kategori CCKS pelajar, juara pertama diraih tim MAN Insan Cendekia Kota Batam yang beranggotakan Keanu Alief Montoya, Ahmad Akif Al Zahrawi, dan M. Razan Aqil Muflih.


Untuk kategori CCKS mahasiswa, posisi pertama ditempati tim Universitas Brawijaya Malang yang terdiri atas Aida Aulia Rahmah, Iskazkro Rohmat Chaska, dan Dea Alifiah Ihsani.


Sementara itu, kompetisi Wirausaha Muda Syariah menempatkan tim IPB University dengan usaha Sortine sebagai peraih juara pertama. Tim tersebut beranggotakan Athar Ibrahim Toyib dan Zahra Nurul Rizkiyah.


Melalui ISFO 2026, OJK berharap para peserta dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan sekitar dan berperan sebagai Duta Literasi Keuangan Syariah.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close