Notification

×

Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi: DAW Ajak Mahasiswa Bicara Lifestyle dan Keselamatan Berkendara

26 September 2026 | September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T15:47:27Z

 

Seminar Safety Riding 2026 PT Daya Adicipta Wisesa di Universitas Klabat mengangkat tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” dan membahas gaya hidup generasi muda serta pentingnya keselamatan berkendara.(Dok.Istimewa)

MANADO, indinews.id – Secangkir kopi bagi generasi muda kini tidak hanya identik dengan minuman untuk menemani waktu santai. Di balik aktivitas ngopi, terdapat ruang untuk membangun relasi, bertukar ide, hingga membuka peluang baru.


Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Seminar Safety Riding 2026 yang digelar PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) di Universitas Klabat (UNKLAB), Kamis, 24 September 2026.


Mengusung tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi”, kegiatan tersebut mempertemukan pembahasan mengenai gaya hidup anak muda dengan pentingnya keselamatan dalam berkendara.


Seminar menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Plt. Kanit Kamsel Satlantas Polresta Manado IPDA Billova Golose, Leader Marketing Event Branding Allure Cafe Rivaldo Abraham, serta Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Wisesa Andhika Reynold Salindeho.


Rivaldo mengatakan, perkembangan budaya minum kopi membuat kedai kopi semakin lekat dengan aktivitas sosial generasi muda, termasuk mahasiswa.


Menurut dia, coffee shop kini tidak sekadar menjadi tempat menikmati minuman, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu dengan orang lain, membangun jaringan, bertukar pengalaman, hingga melahirkan gagasan.


“Kopi itu bukan hanya tentang apa yang ada di dalam cangkir, tetapi juga tentang apa yang terjadi di baliknya. Dari secangkir kopi, kita bisa bertemu dengan orang baru, bertukar cerita, membangun networking, bahkan menemukan peluang dan ide-ide baru,” ujar Rivaldo.


Ia menilai, kebiasaan tersebut telah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang tengah membangun relasi dan mengejar berbagai cita-cita.


“Kadang kita tidak pernah tahu, dari satu meja kopi bisa lahir satu ide, satu pertemanan, bahkan satu peluang besar. Jadi kalau kita bicara ‘Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi’, saya melihat kopi sebagai ruang untuk connect, communicate, dan create something together,” tambahnya.


Di sisi lain, Andhika mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk saat berkendara menuju kampus, tempat kerja, maupun lokasi berkumpul bersama teman.

Menurut dia, banyaknya aktivitas dan target yang ingin dicapai generasi muda harus diimbangi dengan kemampuan mengenali kondisi tubuh sebelum mengendarai sepeda motor.


“Anak muda memiliki banyak aktivitas dan tentunya banyak mimpi yang ingin dicapai. Namun, dalam perjalanan mengejar mimpi tersebut, keselamatan harus tetap menjadi prioritas,” kata Andhika.


Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk.


“Ketika tubuh sudah lelah atau mengantuk, jangan memaksakan diri untuk berkendara. Kenali kondisi diri dan ambil keputusan yang aman,” ujarnya.


Seminar tersebut sekaligus mengajak mahasiswa memahami bahwa mengejar mimpi tidak hanya membutuhkan keberanian dan kreativitas, tetapi juga kesadaran menjaga keselamatan selama menjalani prosesnya.


Tema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” pun menjadi gambaran bahwa ruang sederhana seperti meja kopi dapat menjadi tempat lahirnya interaksi, gagasan, relasi, dan peluang.


Namun, setiap mimpi tetap membutuhkan perjalanan. Karena itu, keselamatan berkendara menjadi bagian penting agar perjalanan generasi muda dalam meraih cita-cita dapat terus berlangsung.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close