Notification

×

Alfamidi Operasikan 49 PLTS Atap, Tekan Emisi Karbon hingga 2.976 Ton

26 Oktober 2026 | Oktober 26, 2026 WIB Last Updated 2026-10-26T10:02:08Z
Alfamidi memperkuat komitmen pelestarian lingkungan melalui pengoperasian 49 unit PLTS Atap dan program efisiensi penggunaan kertas dalam operasional perusahaan. (Dok.Istimewa)




JAKARTA, indinews.id - PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) terus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan dan digitalisasi operasional. 


Hingga Oktober 2026, perusahaan telah mengoperasikan 49 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap serta menghemat lebih dari 2,2 juta lembar kertas.


Pengoperasian PLTS Atap menjadi salah satu langkah Alfamidi dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus mengurangi emisi karbon dari kegiatan bisnis. 


Sementara itu, penerapan sistem tanpa kertas atau paperless diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi penggunaan sumber daya alam.


Sepanjang 2023 hingga Oktober 2026, sebanyak 49 unit PLTS Atap milik Alfamidi telah menghasilkan sekitar 5,5 juta kilowatt-jam (kWh) listrik dari energi matahari. 


Pemanfaatan energi tersebut juga membantu perusahaan menghemat biaya listrik hingga Rp7,9 miliar.


Building Manager Alfamidi, Pembangunan Siregar, mengatakan pemanfaatan energi surya merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan energi bersih di Indonesia.


“Puluhan PLTS Alfamidi ini mampu menghasilkan 5,5 juta kWh listrik dari energi surya (matahari), bersamaan dengan itu, perusahaan mampu menghemat Rp7,9 miliar biaya listrik sepanjang periode pengoperasian,” kata Pembangunan, Senin (26/10/2026).


Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan, penggunaan PLTS Atap tersebut telah mengurangi emisi karbon hingga 2.976 ton. Dampak ini disebut setara dengan penanaman lebih dari 4.000 pohon.


Pemanfaatan energi surya juga sejalan dengan potensi energi matahari Indonesia yang diperkirakan mencapai 3.294 gigawatt (GW), sebagaimana disebutkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 


Potensi tersebut menjadi salah satu peluang untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan pencapaian target bauran energi nasional.


Selain mengembangkan energi bersih, Alfamidi menjalankan program efisiensi penggunaan kertas melalui inisiatif paperless yang dimulai pada awal 2026.


Asset & General Service Manager Alfamidi, Theresia Lukas, mengungkapkan bahwa hingga Juni 2026, program tersebut telah membantu perusahaan menghemat lebih dari 2,2 juta lembar kertas. Penghematan itu diperkirakan setara dengan penyelamatan lebih dari 200 pohon.


“Gerakan paperless kami lakukan di office dan warehouse dengan mengurangi cetakan kertas, penerapan digitalisasi, penyimpanan elektronik demi menjaga bumi lebih hijau,” ujar Theresia.


Program tersebut diterapkan di lingkungan kantor dan gudang melalui pengurangan pencetakan dokumen, pemanfaatan sistem digital, serta penyimpanan dokumen secara elektronik. 


Alfamidi juga akan melanjutkan upaya ini dengan mengidentifikasi proses bisnis yang masih menggunakan kertas untuk kemudian dialihkan ke sistem digital.


Selain mengurangi kebutuhan kertas, digitalisasi diharapkan dapat menekan biaya operasional dan mengurangi timbulan sampah. 


Pengurangan penggunaan kertas juga berpotensi membantu menekan kebutuhan bahan baku yang berasal dari kayu.


Melalui pengoperasian PLTS Atap dan penerapan sistem kerja digital, Alfamidi melanjutkan upaya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan bisnisnya. 


Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan untuk mengintegrasikan efisiensi operasional dengan kepedulian terhadap lingkungan.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close