![]() |
| Barang bukti liquid vape yang diduga mengandung narkotika dalam pengungkapan kasus di Kota Manado (Foto: Humas Polda Sulut) |
MANADO, indinews.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Utara melalui Subdirektorat 3 Direktorat Reserse Narkoba berhasil membongkar dugaan peredaran cairan rokok elektrik atau liquid vape yang mengandung narkotika di Kota Manado. Dalam pengungkapan tersebut, satu orang terduga pelaku berhasil diamankan.
Penangkapan dilakukan dalam operasi tangkap tangan pada Sabtu (24/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WITA di kawasan Megamas, Manado. Terduga pelaku berinisial KL (37), warga Jakarta Utara, diamankan saat diduga hendak mengedarkan cairan liquid berbahaya tersebut.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut Kombes Pol Arie Fadlani menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran liquid mencurigakan di wilayah Manado.
“Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait maraknya peredaran liquid berbahaya,” ujar Arie Fadlani, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, setelah menerima informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan mendalam hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap target.
Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui bahwa cairan tersebut dikirim dari Tangerang melalui jasa ekspedisi oleh seorang perempuan berinisial L.
Satu botol liquid yang diduga mengandung narkotika itu diketahui dijual dengan harga sekitar Rp2 juta per botol. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu botol cairan liquid diduga narkotika, satu cartridge berisi cairan serupa, serta satu unit telepon genggam milik terduga pelaku.
Kepada penyidik, KL mengaku cairan tersebut mengandung bahan berbahaya sejenis narkotika yang dapat menimbulkan efek euforia berlebih atau rasa “fly” bagi penggunanya.
Saat ini, terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
“Kami tengah melakukan uji laboratorium forensik (Labfor) untuk memastikan kandungan kimia di dalam cairan tersebut. Selain itu, tim juga sedang melakukan pengembangan untuk mengejar pemasok utama yang berada di luar daerah,” ungkap Arie Fadlani.
(sab)
