![]() |
| Kantor Dubai International Financial Centre (DIFC) yang menjadi lokasi kantor pusat regional Juspay di Timur Tengah. (Foto: Istimewa) |
SINGAPURA, indinews.id - Perusahaan penyedia infrastruktur pembayaran global, Juspay, resmi memperluas operasinya ke kawasan Timur Tengah dengan membuka kantor pusat regional di Dubai International Financial Centre (DIFC), Rabu (11/2/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan sekaligus memperkuat layanan bagi merchant skala besar, bank, dan institusi keuangan di kawasan tersebut.
Pembukaan kantor di DIFC disebut sebagai tonggak penting dalam perjalanan global Juspay. Kehadiran fisik di Dubai diharapkan mempererat kolaborasi dengan mitra eksisting, seiring meningkatnya kebutuhan solusi pembayaran enterprise di kawasan Gulf Cooperation Council (GCC).
Percepatan perdagangan digital di negara-negara GCC mendorong pertumbuhan sektor penerbangan, perhotelan, e-commerce, dan layanan keuangan.
Namun, perusahaan di sektor tersebut menghadapi tantangan berupa kompleksitas mata uang regional, regulasi yang dinamis, serta beragam metode pembayaran lokal.
Juspay menawarkan platform orkestrasi pembayaran terpadu untuk membantu perusahaan mengelola sistem pembayaran secara lebih efisien.
Solusi tersebut diklaim mampu meningkatkan tingkat otorisasi transaksi, mengoptimalkan biaya, menyederhanakan kepatuhan, serta mendukung ekspansi lintas pasar dengan standar keandalan institusional.
Co-founder sekaligus Chief Operating Officer Juspay, Sheetal Lalwani, mengatakan ekspansi ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam membangun infrastruktur pembayaran yang tangguh di kawasan dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat.
Selama lebih dari satu dekade, Juspay telah membangun infrastruktur pembayaran fundamental untuk perdagangan berskala besar dan mission-critical secara global.
"Kami antusias membawa pembelajaran ini ke Timur Tengah dan bermitra dengan merchant, bank, jaringan, serta ekosistem yang lebih luas untuk membangun infrastruktur pembayaran yang aman dan skalabel guna mendukung ekonomi digital kawasan yang berkembang pesat,” ujar Sheetal.
DIFC sebagai pusat keuangan global dinilai menawarkan ekosistem regulasi yang kuat, infrastruktur memadai, serta akses terhadap talenta profesional.
Chief Business Development Officer DIFC Authority, Salmaan Jaffery, menyambut kehadiran Juspay sebagai penguatan ekosistem fintech di kawasan.
“Kami senang menyambut Juspay di ekosistem fintech dan layanan keuangan paling signifikan di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Selatan. Kehadiran Juspay memperkuat ekonomi digital kami yang berkembang dan menegaskan peran DIFC sebagai katalis inovasi keuangan,” kata Salmaan.
Saat ini Juspay melayani lebih dari 500 merchant enterprise dan bank global, termasuk sejumlah perusahaan teknologi, maskapai, hingga lembaga keuangan internasional.
Perusahaan menyediakan layanan orkestrasi pembayaran full-stack, autentikasi, tokenisasi, rekonsiliasi, solusi pencegahan fraud, hingga gateway pembayaran white-label dan infrastruktur pembayaran real-time untuk perbankan.
Head of Middle East & APAC Juspay, Nakul Kothari, menegaskan bahwa kawasan Timur Tengah memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pembayaran modern.
“Dengan membangun kehadiran kami di Timur Tengah melalui DIFC, kami melanjutkan misi menghadirkan solusi pembayaran inovatif yang berakar pada pemahaman pasar lokal yang mendalam. Kami berinvestasi dalam kemitraan jangka panjang dengan merchant dan bank untuk membantu mereka membangun sistem pembayaran masa depan yang dapat diskalakan lintas pasar,” ujar Nakul.
Secara global, Juspay didukung lebih dari 1.500 tenaga ahli pembayaran yang menangani operasional di Asia-Pasifik, Amerika Latin, Eropa, Inggris, dan Amerika Utara. Ke depan, perusahaan berencana memperluas tim regionalnya di Timur Tengah, terutama pada bidang pengembangan bisnis, solution engineering, dan kemitraan strategis.
(sab)
