Minahaaa, indinews.id - Pemerintah Kabupaten Minahasa mulai mempersiapkan pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Tahun 2026. Persiapan tersebut ditandai dengan penyampaian surat pemberitahuan resmi kepada para camat di seluruh wilayah Minahasa agar segera melakukan langkah awal, termasuk menyosialisasikan rencana pelaksanaan Pilhut kepada pemerintah desa dan masyarakat.
Menanggapi rencana tersebut, Tokoh Pemuda Minahasa, Jufri Mantak, S.Pd, berharap pelaksanaan Pilhut dapat berlangsung secara demokratis, jujur, dan bebas dari praktik politik uang.
Menurutnya, praktik money politic harus ditindak tegas karena berpotensi merusak proses demokrasi di tingkat desa.
“Kalau ada yang melakukan politik uang, calon tersebut seharusnya langsung didiskualifikasi dan harus ada sanksi pidana,” tegas Mantak, Jumat (13/3/2026).
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bijak dengan mempertimbangkan kualitas dan integritas calon pemimpin desa yang akan dipilih.
Jufri menilai, salah satu pertimbangan penting dalam menentukan pilihan adalah komitmen calon terhadap pemberantasan korupsi serta keseriusan dalam membangun desa.
“Jangan sampai masyarakat kembali terjebak dalam lingkaran korupsi yang hanya merugikan rakyat dan menghambat pembangunan desa. Korupsi masih menjadi salah satu persoalan besar yang juga bisa terjadi di tingkat desa,” ujarnya.
Selain itu, Mantak menilai calon pemimpin desa yang serius biasanya memiliki program kerja serta visi dan misi yang jelas dan realistis untuk memajukan desa.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh janji-janji manis tanpa rencana yang konkret maupun iming-iming politik uang.
“Pilihan masyarakat sangat menentukan masa depan desa. Karena itu, pilihlah pemimpin berdasarkan kualitas, integritas, serta komitmen untuk membawa perubahan yang lebih baik,” katanya.
Jufri menambahkan, Pilhut Desa 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif serta menjalankan pemerintahan desa yang bersih dari praktik korupsi.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini dengan memilih calon yang justru merugikan masyarakat. Mari bersama berkomitmen untuk masa depan desa yang lebih baik dan bersih dari korupsi,” pungkasnya.(Jef)
