Notification

×

TPAKD Sulut dan Kota Gorontalo Raih Nominasi Nasional, OJK Perkuat Pengembangan Ekonomi Daerah

4 Maret 2026 | Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T01:45:10Z

 

Suasana Media Update Triwulan I Kantor OJK Provinsi SulutGo Tahun 2026 (Foto indinews/Subhan)

MANADO, indinews.id - Upaya percepatan akses keuangan daerah di Sulawesi Utara dan Gorontalo kembali menuai apresiasi di tingkat nasional. Pada 2025, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Utara dan TPAKD Kota Gorontalo berhasil meraih nominasi TPAKD Award 2025 untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).


Capaian tersebut dinilai sebagai bentuk pengakuan atas efektivitas program percepatan akses keuangan yang dijalankan pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan.



Kepala OJK Provinsi SulutGo, Robert H.P. Sianipar mengatakan, hal ini mencerminkan bahwa upaya percepatan akses keuangan daerah telah berjalan efektif, mendapat pengakuan nasional, serta menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan.


"Selain mendorong inklusi keuangan, OJK bersama TPAKD juga mengakselerasi Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED). Program ini difokuskan pada penguatan komoditas unggulan di masing-masing wilayah guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat," Kepala OJK Provinsi SulutGo, Robert H.P. Sianipar, Rabu (4/3/2026).


Sepanjang 2025, OJK berkolaborasi dengan Bank SulutGo dan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem komoditas unggulan melalui empat perjanjian kerja sama. 


Komoditas yang dikembangkan meliputi sapi potong di Kabupaten Gorontalo, jagung di Kabupaten Boalemo, kacang Kawangkoan, serta kerajinan berbahan kelapa dan turunannya di Kabupaten Minahasa.


Program tersebut dirancang untuk memperkuat rantai pasok, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha lokal.


“Kami juga mendorong daerah lainnya agar dapat mengembangkan PED, melalui scale-up PED sapi potong di Gorontalo, pengembangan potensi hortikultura, serta optimalisasi skema pembiayaan dalam rangka mendukung program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG),” lanjutnya.


Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi daerah secara merata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal. 


Sinergi antara OJK, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close