![]() |
| Instruktur safety riding memberikan pelatihan teknik engine brake kepada pengendara sepeda motor. (Dok. Istimewa) |
MANADO, indinews.id - Penggunaan rem saja dinilai belum cukup untuk mengendalikan kecepatan sepeda motor secara optimal, terutama saat kondisi darurat maupun ketika melintasi jalan menurun.
Pengendara dianjurkan memahami teknik tambahan seperti engine brake guna meningkatkan keselamatan berkendara.
Engine brake merupakan metode memperlambat laju kendaraan dengan memanfaatkan putaran mesin, yakni melalui penurunan gigi ke posisi yang lebih rendah.
Teknik ini membantu mengurangi beban kerja rem sekaligus menjaga stabilitas kendaraan saat proses deselerasi.
Penggunaan engine brake dinilai efektif saat melintasi turunan panjang atau curam. Pengendara cukup menutup gas dan menurunkan gigi secara bertahap agar laju kendaraan berkurang secara halus dan terkendali.
Meski demikian, teknik ini perlu diterapkan secara tepat. Penggunaan yang berlebihan atau ekstrem berpotensi mempercepat keausan komponen mesin, khususnya pada bagian rasio gigi.
Berikut langkah aman melakukan engine brake:
1. Tutup Habis Gas
Lepaskan gas secara penuh untuk mengurangi suplai bahan bakar sehingga putaran mesin menurun.
2. Turunkan Gigi Secara Bertahap
Pindahkan gigi ke posisi lebih rendah secara perlahan, misalnya dari gigi 5 ke 4, lalu ke 3, dan seterusnya. Hindari menurunkan gigi secara langsung agar mesin tetap awet.
3. Jangan Buka Gas
Saat proses engine brake, pastikan tidak menarik gas agar putaran mesin tetap stabil dan tidak terjadi benturan kerja antar komponen.
Instruktur Safety Riding Honda DAW, Andhika Reynold Salindeho, menegaskan bahwa teknik ini bukan pengganti fungsi utama rem.
“Penggunaan engine brake tidak menggantikan fungsi rem depan dan belakang, melainkan sebagai teknik tambahan untuk membantu mengurangi kecepatan, terutama pada kondisi tertentu. Pengendara tetap harus mengutamakan penggunaan rem secara bijak untuk menjaga keselamatan,” ujar Andhika, Sabtu (25/4/2026).
Upaya edukasi terkait teknik berkendara aman terus dilakukan melalui berbagai program keselamatan berkendara. Hal ini bertujuan agar masyarakat semakin memahami cara berkendara yang tepat sesuai kondisi jalan, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
(sab)
