BITUNG, indinews.id - Bank Indonesia (BI) mengirimkan uang layak edar senilai Rp5,5 miliar ke lima pulau terluar di Sulawesi Utara (Sulut) melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang resmi diberangkatkan dari Kota Bitung, Selasa (23/6/2026).
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut menggunakan KRI Selar-879 untuk menjangkau wilayah kepulauan yang memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulut, Joko Supratikto menjelaskan bahwa ekspedisi tahun ini akan berlangsung selama tujuh hari, mulai 23 hingga 29 Juni 2026. Tim akan mengunjungi Pulau Salibabu, Makalehi, Kakorotan, Kabaruan, dan Miangas.
"Hari ini kami melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang pertama pada tahun ini. Kami sangat terbantu oleh TNI Angkatan Laut yang mendukung pelaksanaan kegiatan menggunakan KRI Selar-879," ujarnya.
Menurutnya, misi utama ekspedisi adalah mengganti uang lusuh yang selama ini beredar di wilayah kepulauan dengan uang baru yang layak edar.
Kondisi geografis dan terbatasnya akses layanan perbankan membuat perputaran uang di sejumlah pulau berlangsung dalam waktu lama sehingga kualitas fisiknya menurun.
"Kami membawa uang baru untuk ditukarkan dengan uang yang sudah lusuh dan tidak layak edar. Masyarakat di pulau-pulau terluar juga berhak menikmati uang rupiah yang masih baru dan berkualitas baik," katanya.
Ia menjelaskan, sebagian besar uang yang dibawa merupakan uang kertas berbagai pecahan, mulai dari Rp1.000 hingga Rp100.000. Sementara itu, uang logam juga disediakan meskipun jumlahnya terbatas.
"Semua pecahan uang kertas kami bawa, dari pecahan Rp1.000 sampai Rp100.000. Untuk uang logam ada, tetapi jumlahnya terbatas," ujarnya.
Bank Indonesia menilai program tersebut penting untuk menjaga kualitas uang yang beredar sekaligus mendukung kelancaran transaksi ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan.
Sementara itu, TNI Angkatan Laut memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ekspedisi melalui pengerahan satu unsur kapal perang, yakni KRI Selar-879.
Dankodaeral VIII, Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi mengatakan bahwa keterlibatan kapal perang dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan bagian dari dukungan institusi terhadap program nasional yang dilaksanakan Bank Indonesia di berbagai daerah.
"Untuk mendukung kegiatan ini, TNI Angkatan Laut mengoperasikan satu KRI, yaitu KRI Selar-879. Penugasan unsur kapal perang dilakukan berdasarkan perintah dari Markas Besar Angkatan Laut untuk mendukung kegiatan serupa di berbagai wilayah Indonesia," katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, distribusi uang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memperkuat kehadiran negara di kawasan perbatasan.
(sab)
