Notification

×
17 Juni 2026 | Juni 17, 2026 WIB Last Updated 2026-06-17T00:32:25Z

 

Perwakilan Kemenekraf, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Adobe saat meluncurkan kolaborasi pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi dan kecerdasan buatan di Jakarta. (Dok. Istimewa)

JAKARTA, indinews.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan Adobe meluncurkan kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengembangan keterampilan digital bagi masyarakat.


Kerja sama tersebut bertujuan membantu generasi muda dan para kreator mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi yang nyata, mulai dari pengembangan konten digital, penciptaan karya kreatif, hingga pembukaan sumber pendapatan baru berbasis teknologi.


Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan kreativitas masyarakat Indonesia yang berakar pada budaya dan kekayaan intelektual harus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi yang tepat.


"Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya, agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar," ujar Teuku Riefky, Rabu (17/6/2026).


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri menjadi langkah penting untuk membekali generasi muda dengan kemampuan yang dibutuhkan agar mampu bersaing di tingkat global.


Program tersebut juga sejalan dengan ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang digagas Kemenekraf. 


Inisiatif ini bertujuan meningkatkan literasi ekonomi kreatif, adopsi teknologi digital, serta pemanfaatan AI di kalangan pelajar dan mahasiswa.


Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor kreatif yang perlu didukung melalui akses terhadap teknologi dan keterampilan.


"Indonesia memiliki talenta dan kreativitas yang melimpah. Yang dibutuhkan banyak anak muda saat ini adalah akses ke perangkat, keterampilan, dan peluang yang tepat untuk mewujudkan ide mereka," katanya.


Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan komunitas kreatif Indonesia.


"Kami bangga dapat mendukung para kreator Indonesia dengan menghadirkan Adobe Express ke lebih banyak orang, menyediakan kurikulum untuk mengasah keterampilan mereka, serta membuka jalan bagi mereka untuk memperoleh penghasilan dari karya yang mereka ciptakan," ujar David.


Dalam kerja sama tersebut, pelanggan Indosat akan memperoleh akses premium Adobe Express secara gratis selama enam bulan. 


Selain itu, tersedia berbagai materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.


Program pembelajaran tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam bidang desain, komunikasi visual, pembuatan konten, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung produktivitas dan kreativitas.


Tidak hanya itu, Adobe juga memilih Indonesia sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator melalui Adobe Express. 


Program ini memungkinkan kreator memperoleh penghasilan dari template desain yang mereka hasilkan dan digunakan oleh pengguna lain.


Peserta terpilih nantinya berkesempatan menampilkan karya mereka dalam ajang IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia, yang membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri dan memperluas jaringan profesional.


Di sisi lain, Indosat melalui platform pemberdayaan generasi muda GENSi (Generasi Terkoneksi) menargetkan menjangkau 15 ribu anak muda sepanjang tahun 2026. 


Program ini berfokus pada peningkatan literasi digital, pengembangan kreativitas, serta pemanfaatan teknologi untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat.


Melalui sinergi antara pemerintah, industri telekomunikasi, dan perusahaan teknologi global, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak masyarakat Indonesia bertransformasi dari sekadar pengguna teknologi menjadi kreator yang menghasilkan karya bernilai ekonomi dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close