MAKASSAR, indinews.id – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar mulai berkurang. Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menambah titik pelayanan dan memperkuat distribusi BBM untuk memperlancar akses masyarakat.
Terbaru, tiga SPBU modular ditempatkan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), tepatnya di sekitar Masjid 99 Kubah, Makassar.
Fasilitas tambahan tersebut dioperasikan Satgas Layanan BBM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui kolaborasi dengan Pemprov Sulsel.
Kehadiran SPBU modular ini ditujukan untuk menambah pilihan lokasi pengisian sekaligus mengurangi konsentrasi kendaraan di SPBU yang selama ini menjadi titik antrean.
Layanan di tiga SPBU modular CPI dikhususkan untuk Pertalite bagi kendaraan roda dua.
Bagi kendaraan roda dua umum, pengisian BBM menerapkan sistem ganjil-genap berdasarkan nomor polisi. Namun, aturan tersebut tidak berlaku bagi kendaraan ojek online (OJOL).
Setiap kendaraan dibatasi mengisi maksimal tiga liter Pertalite. Pembayaran dapat dilakukan menggunakan mesin EDC maupun secara tunai.
Pjs. Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar menunjukkan perkembangan positif.
“Kami melihat kondisi antrean di sejumlah SPBU Makassar hari ini semakin landai. Kami terus memperkuat pelayanan melalui penambahan titik pengisian, pengoperasian SPBU 24 jam, penambahan nozzle dan operator, serta memastikan distribusi BBM terus berjalan. Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan masyarakat yang bersama-sama mengikuti pengaturan di lapangan,” ujar Okky.
Selain menambah SPBU modular, Pertamina melakukan sejumlah langkah lain, seperti rekonfigurasi SPBU, penambahan nozzle dan operator, serta mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam.
Penyaluran BBM juga dilakukan setiap hari untuk menjaga ketersediaan pasokan dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, juga turun langsung ke Makassar untuk memastikan berbagai langkah penguatan pelayanan tersebut berjalan di lapangan.
Kehadiran Simon sekaligus menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap penanganan kondisi pelayanan BBM serta memastikan kebutuhan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti bersama pemangku kepentingan di daerah.
Pemprov Sulsel melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut mendukung langkah tersebut, termasuk membantu penyediaan lokasi dan fasilitas pendukung bagi titik pelayanan tambahan.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyatakan akan terus memantau kondisi SPBU dan mengevaluasi pelayanan serta distribusi BBM berdasarkan situasi di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan bersama Pemprov Sulsel dan stakeholder terkait agar masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih mudah dan aktivitas sehari-hari kembali berjalan lancar.
Masyarakat dapat memperoleh informasi atau menyampaikan laporan terkait pelayanan dan penyaluran BBM melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.
(sab)
