![]() |
| Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto saat pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Sulawesi Utara 2026, Jumat (11/9/2026).((Dok. Michele) |
BITUNG, indinews.id – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara kembali mengirim Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Ekspedisi kedua yang digelar BI Sulut pada 2026 ini berlangsung selama tujuh hari, 11–17 September 2026. Dalam misi tersebut, tim akan mendatangi lima pulau, yakni Tagulandang, Karatung, Marore, Kalama, dan Makalehi.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan, pelaksanaan ERB merupakan upaya memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan akses terhadap layanan rupiah yang memadai.
“Jarak dan keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang bagi masyarakat untuk memperoleh layanan Rupiah yang berkualitas,” ujar Joko saat pelepasan Tim ERB Sulawesi Utara 2026, Jumat (11/9/2026).
Untuk mendukung misi tersebut, BI membawa uang rupiah senilai Rp5 miliar. Dana itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk ketersediaan uang dalam jumlah yang mencukupi, pecahan yang sesuai, serta kondisi uang yang masih layak edar.
Menurut Joko, keterlibatan TNI Angkatan Laut menjadi bagian penting dalam menjangkau pulau-pulau tujuan ekspedisi. Kolaborasi tersebut memungkinkan layanan rupiah hadir hingga ke wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses transportasi.
Namun, ekspedisi tidak hanya berfokus pada penukaran uang. Tim ERB juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai rupiah, mulai dari cara merawat uang, mengenali keasliannya, hingga menumbuhkan kebanggaan menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah merupakan bagian dari kecintaan kita terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Joko.
Ia menambahkan, rupiah mempunyai arti strategis di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar. Kehadiran mata uang nasional di kawasan tersebut menjadi salah satu wujud nyata kehadiran negara.
“Sejauh apa pun wilayahnya, Rupiah tetap hadir dan kedaulatan Indonesia tetap terjaga,” ujarnya.
Joko turut menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, jajaran Forkopimda, perbankan, serta pihak-pihak lain yang mendukung pelaksanaan ERB.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota tim agar mengutamakan pelayanan kepada masyarakat selama menjalankan tugas. Kekompakan, kedisiplinan, keramahan, dan keselamatan diminta tetap menjadi perhatian selama perjalanan.
“Perjalanan ini bukan hanya membawa dan menukarkan Rupiah, kita juga membawa kehadiran negara hingga ke batas terluar di Indonesia,” tutur Joko.
Melalui ekspedisi tersebut, BI Sulut berharap distribusi uang rupiah di wilayah 3T semakin merata sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai rupiah sebagai alat pembayaran sekaligus simbol kedaulatan negara.
(sab)
