Notification

×

Indosat Bukukan Pendapatan Rp45,8 Triliun, Bisnis AI Sumbang USD50 Juta dalam Sembilan Bulan

29 Oktober 2026 | Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T21:47:02Z

 

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI, Rabu (28/10/2026).((Dok.Istimewa)).

JAKARTA, indinews.id – PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan bulan pertama 2026 dengan pertumbuhan pendapatan dua digit. 


Perusahaan membukukan pendapatan Rp45,8 triliun atau meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Pertumbuhan tersebut turut diikuti peningkatan profitabilitas. EBITDA Indosat mencapai Rp21,1 triliun, sedangkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 37,2 persen secara tahunan menjadi Rp4,9 triliun.


Kinerja ini memperkuat posisi Indosat di industri telekomunikasi Asia Tenggara sekaligus menjadi modal bagi perusahaan untuk mempercepat transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).


Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bahwa kekuatan bisnis telekomunikasi menjadi fondasi utama bagi perusahaan dalam mengembangkan sumber pertumbuhan baru, termasuk teknologi AI.


“Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum,” ujar Vikram dalam keterangan perusahaan, Rabu (28/10/2026).


Menurutnya, kinerja keuangan yang solid memberikan ruang bagi Indosat untuk meningkatkan investasi pada teknologi dan infrastruktur AI. Perusahaan juga berupaya memenuhi kebutuhan solusi AI yang terus berkembang, baik di pasar Indonesia maupun global.


“Kami ingin memastikan teknologi semakin mudah diakses, sekaligus mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun perekonomian secara luas,” katanya.


Penguatan bisnis inti telekomunikasi Indosat didukung penerapan strategi hyper-personalization berbasis AI. Pendekatan ini digunakan untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih akurat, sehingga layanan yang ditawarkan semakin relevan sekaligus meningkatkan nilai bisnis.


Strategi tersebut mendorong pertumbuhan pendapatan rata-rata per pengguna atau Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan sebesar 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000.


Pada periode yang sama, trafik data meningkat 16 persen menjadi 14.829 petabyte. Capaian tersebut didukung pemanfaatan teknologi AI, peningkatan kualitas jaringan, optimalisasi spektrum, serta pengembangan kapabilitas jaringan generasi kelima atau 5G.


Di tengah penguatan bisnis konektivitas, Indosat juga mulai menuai hasil dari pengembangan layanan komputasi awan dan infrastruktur AI.


Pendapatan Indosat AI Cloud tercatat mencapai 50 juta dolar AS pada Januari hingga September 2026. Nilai tersebut melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai 28 juta dolar AS.


Perusahaan memperkirakan pendapatan bisnis AI Cloud dapat menembus 100 juta dolar AS hingga akhir 2026. Proyeksi ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan terhadap layanan komputasi AI dan cloud.


Untuk memperluas bisnis tersebut, Indosat membangun ekosistem AI terintegrasi yang mencakup konektivitas, jaringan serat optik, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan.


Salah satu penopang infrastruktur tersebut adalah RAIA Grid yang memiliki jaringan serat optik sepanjang 86.000 kilometer. Infrastruktur ini berfungsi menghubungkan sumber daya komputasi dengan berbagai kebutuhan penerapan teknologi di dunia usaha.


Indosat juga mengembangkan Zankore by Indosat sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur AI generasi berikutnya. Inisiatif tersebut memiliki ambisi jangka panjang untuk mencapai kapasitas AI hingga 1 gigawatt (GW).


Selain memperkuat infrastruktur, Indosat berupaya mempermudah perusahaan dalam memanfaatkan teknologi AI melalui Indosat Intelligence Suite. Solusi yang dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan F5 ini menyediakan akses terkelola terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi.


Layanan tersebut dirancang untuk membantu pelanggan korporasi mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, serta memperluas penerapan teknologi secara terukur.


Dengan strategi tersebut, Indosat berupaya mengembangkan bisnis AI sebagai sumber pendapatan baru tanpa mengesampingkan bisnis utama telekomunikasi. Perusahaan menargetkan sinergi antara konektivitas dan teknologi AI dapat menciptakan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas akses pelaku usaha terhadap solusi digital.


Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Indosat untuk memperkuat peran Indonesia dalam perkembangan ekonomi digital di tingkat regional dan global.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close