![]() |
| Pelaksanaan program InJourney Airports Sehat melalui pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah sekitar Bandara Sam Ratulangi Manado.(Dok.Istimewa). |
MANADO, indinews.id - Upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukan PT Angkasa Pura Indonesia melalui program InJourney Airports Sehat di wilayah sekitar Bandara Sam Ratulangi Manado.
Program tersebut diwujudkan melalui pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat di enam posyandu/desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) InJourney Airports tahun 2026 yang menyasar peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Minahasa Utara, dr. Thresia SH Tiow, menyambut positif kolaborasi tersebut.
“Kami mendukung peningkatan layanan kesehatan terhadap balita yang mengalami masalah gizi. Melalui program ini, PT Angkasa Pura Indonesia meluncurkan program ‘InJourney Airports Sehat’ Tahun 2026 sebagai sebuah inisiatif kolaboratif untuk menciptakan lingkungan masyarakat sekitar bandara yang sehat, kuat, dan sejahtera,” ujarnya, Senin (5/10/2026)
Menurut Thresia, keberadaan Bandara Internasional Sam Ratulangi yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Minahasa Utara, khususnya Kecamatan Talawaan, membuat dukungan perusahaan terhadap masyarakat sekitar memiliki arti penting.
“Dengan adanya program ‘InJourney Airports Sehat’ Tahun 2026, kami berharap dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Minahasa Utara, khususnya di Kecamatan Talawaan,” katanya.
Program pelayanan kesehatan tersebut juga berjalan bersamaan dengan InJourney Airports Pangan Berdaya yang memberikan makanan pemulihan gizi kepada 27 balita di Kota Manado dan Minahasa Utara.
Thresia berharap program TJSL tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini, tetapi dapat terus dikembangkan untuk menjangkau kebutuhan kesehatan masyarakat yang lebih luas.
“Biarlah program TJSL ini tetap terus ada dan membantu masyarakat, baik melalui penyerahan bantuan makanan pemulihan gizi kepada balita bermasalah gizi maupun melalui pelayanan kesehatan keliling sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.
Pelaksanaan program melibatkan Dinas Kesehatan Minahasa Utara, pemerintah kecamatan dan desa, puskesmas, tenaga kesehatan, serta kader masyarakat.
(sab)
