Notification

×

Kredit CIMB Niaga Tumbuh 6,7 Persen, Tembus Rp242,6 Triliun pada September 2026

29 Oktober 2026 | Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T16:58:27Z

 

CIMB Niaga mencatat pertumbuhan kredit dan pembiayaan 6,7 persen menjadi Rp242,6 triliun hingga September 2026.(Dok.Istimewa)



JAKARTA, indinews.id – PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan sebesar 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp242,6 triliun hingga akhir September 2026. Di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang, perseroan juga berhasil meningkatkan penghimpunan dana murah atau current account and savings account (CASA) sebesar 4,4 persen menjadi Rp197 triliun.


Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang belum diaudit untuk sembilan bulan pertama 2026, CIMB Niaga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp5,8 triliun.


Sementara itu, laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPoP) tercatat stabil di level Rp8,2 triliun, dengan pendapatan nonbunga tumbuh 7,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan perseroan berupaya mempertahankan kinerja melalui pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengendalian biaya, serta peningkatan efisiensi operasional.


“Di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang, kami bersyukur dapat terus menjaga kinerja yang stabil, didukung oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, pengelolaan biaya yang disiplin, serta fokus pada efisiensi operasional,” ujar Lani dalam keterangan pers, Rabu (28/10/2026).


Ia mengakui, profitabilitas perbankan masih menghadapi tekanan akibat penyempitan margin bunga dan peningkatan pencadangan untuk mengantisipasi risiko kredit.


Meski demikian, CIMB Niaga tetap menjaga kondisi permodalan dan likuiditas pada tingkat yang solid.


Hingga 30 September 2026, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan mencapai 23,7 persen, sedangkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) berada di level 87,7 persen.


Total aset konsolidasian CIMB Niaga juga meningkat 4,2 persen secara tahunan menjadi Rp384,8 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp273,7 triliun, dengan rasio CASA mencapai 72 persen.


Pertumbuhan kredit terutama ditopang segmen perbankan korporasi yang meningkat 15,1 persen secara tahunan. Segmen perbankan komersial tumbuh 6,4 persen, sedangkan usaha menengah dan kecil mencatatkan pertumbuhan 1,9 persen. Penyaluran kredit konsumer tetap terjaga.


Di sektor syariah, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga membukukan pembiayaan sebesar Rp49,4 triliun dan DPK Rp52,5 triliun hingga akhir September 2026. Perseroan terus mengoptimalkan komposisi portofolio dengan memprioritaskan segmen usaha yang menawarkan imbal hasil lebih baik untuk memperkuat profitabilitas jangka panjang.


Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp65 Triliun


Selain memperkuat bisnis utama, CIMB Niaga meningkatkan dukungan terhadap kegiatan ekonomi yang memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Hingga sembilan bulan pertama 2026, pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai Rp65 triliun atau setara 26,6 persen dari total portofolio pembiayaan.


Penyaluran tersebut mencakup pembiayaan yang dikaitkan dengan target keberlanjutan, produk ramah lingkungan yang efisien dalam penggunaan sumber daya, serta sektor transportasi berkelanjutan.


Perseroan juga memperkuat penerapan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sebagai acuan dalam menilai dan mengklasifikasikan aktivitas ekonomi berkelanjutan. 


Langkah tersebut melengkapi kerangka Green, Social and Sustainable Impact Products and Services (GSSIPS) yang diterapkan bank.


Transaksi Digital Terus Meningkat


Transformasi digital menjadi salah satu fokus CIMB Niaga dalam memperluas akses layanan keuangan. Sepanjang Januari hingga September 2026, sekitar 90 persen transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital.


Melalui platform OCTO, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi, mulai dari transfer dana, pembayaran menggunakan QRIS, pengisian saldo dompet digital, pembayaran tagihan, hingga investasi pada reksa dana, Surat Berharga Negara (SBN), obligasi korporasi, dan emas.


Penggunaan layanan tersebut turut mendorong pertumbuhan transaksi. Transaksi QRIS melalui OCTO meningkat 69 persen secara tahunan, transfer melalui BI-FAST naik 38 persen, sedangkan pembayaran tagihan tumbuh 29 persen.


Minat nasabah terhadap investasi digital juga meningkat. Hingga September 2026, jumlah transaksi reksa dana, SBN ritel, dan obligasi pasar sekunder bertambah 22 persen secara tahunan. Sementara itu, nilai transaksinya meningkat 19 persen.


CIMB Niaga juga memperluas fitur OCTO melalui kerja sama dengan Sun Life untuk menghadirkan solusi asuransi jiwa X-Term Protection dan dengan Ajaib guna memudahkan pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN), pendaftaran layanan investasi, serta pemantauan portofolio secara langsung.


Untuk memperkuat layanan digital bagi nasabah bisnis, perseroan menghadirkan OCTOBIZ sebagai platform pengelolaan transaksi keuangan perusahaan, baik domestik maupun internasional. 


Layanan tersebut dilengkapi fitur pengelolaan transaksi, pemesanan valuta asing, pengelolaan rekening virtual, serta solusi pembiayaan rantai pasok.


Jaringan layanan CIMB Niaga per 30 September 2026 mencakup 377 cabang dan jaringan, termasuk 28 Digital Lounge, 1.902 ATM, serta 312.414 perangkat EDC, QR, dan kanal perdagangan elektronik.


Fokus Perkuat Fundamental dan Layanan Nasabah


Lani menegaskan, perseroan akan menjalankan strategi bisnis secara adaptif dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Fokus ke depan meliputi peningkatan kualitas aset, penyaluran kredit secara selektif, optimalisasi pendanaan, pengembangan pendapatan berbasis komisi, dan pengendalian biaya.


“Fokus kami adalah memperkuat kualitas aset, mendorong pertumbuhan kredit secara selektif, mengoptimalkan komposisi pendanaan, serta meningkatkan pendapatan berbasis komisi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga efisiensi biaya,” kata Lani.


Perseroan juga memperkuat layanan bagi pemilik usaha melalui CIMB Preferred BOSS (Business Owner Smart Solutions), yang mengintegrasikan kebutuhan keuangan bisnis dengan kebutuhan finansial pribadi dan keluarga.


Menurut Lani, pemilik usaha memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, layanan keuangan yang terintegrasi dibutuhkan agar pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis sekaligus merencanakan tujuan keuangan jangka panjang.


“Kami berkomitmen menghadirkan solusi keuangan yang lebih terintegrasi dan personal untuk mendampingi nasabah dalam menghadapi berbagai tantangan, menangkap peluang pertumbuhan, serta mewujudkan mimpi dan aspirasinya dengan lebih percaya diri,” ujarnya.


Melalui strategi Forward30, CIMB Niaga menyatakan akan terus memperkuat kapabilitas dan fundamental bisnis untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, memberikan nilai jangka panjang bagi pemangku kepentingan, serta memperluas kontribusi terhadap masyarakat.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close