Notification

×

Pertamina Dorong Pelestarian Nuri Talaud, Edukasi Generasi Muda hingga Pengembangbiakan di Bitung

31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T11:31:04Z

 

Program konservasi burung Sampiri atau Nuri Talaud melalui edukasi lingkungan dan pengembangbiakan yang didukung Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Bitung, Sabtu (31/10/2026).((Dok.Istimewa)).





MANADO, indinews.id – Upaya menjaga kelestarian burung Nuri Talaud atau Sampiri (Eos histrio talautensis), satwa endemik Sulawesi Utara (Sulut), terus diperkuat melalui edukasi lingkungan dan program pengembangbiakan di Kota Bitung.


Melalui Integrated Terminal (IT) Bitung, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengembangkan program konservasi yang tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kekayaan hayati daerah.


Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan, salah satu pendekatan yang dilakukan adalah Storylab for Sampiri, sebuah program edukasi yang mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal lebih dekat burung yang menjadi salah satu kekayaan fauna Sulawesi Utara tersebut.


"Melalui penyampaian cerita, informasi mengenai Sampiri dikemas agar lebih mudah dipahami dan menarik bagi masyarakat. Harapannya, kepedulian terhadap kelestarian satwa endemik dapat tumbuh sejak usia dini," kata Lilik, Sabtu (31/10/2026).


Selain edukasi, Pertamina juga mendorong upaya konservasi melalui program breeding atau pengembangbiakan untuk mendukung keberlangsungan populasi burung Sampiri.


Pelestarian satwa endemik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar memberikan dampak jangka panjang.


“Melalui program konservasi Sampiri ini, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan peduli terhadap satwa endemik yang menjadi kekayaan alam Sulawesi Utara,” ujar Lilik.


Menurutnya, edukasi melalui Storylab for Sampiri dan penguatan konservasi lewat program breeding merupakan dua pendekatan yang saling melengkapi.


“Kami berharap inisiatif ini dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat sekaligus mendukung kelestarian burung Sampiri untuk generasi mendatang,” katanya.


Lilik menambahkan, keberhasilan program pelestarian lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan perusahaan. Dukungan komunitas lokal, pemerhati lingkungan, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutan konservasi.


Pelestarian Sampiri juga memiliki arti penting bagi keseimbangan ekosistem. Burung ini berperan dalam membantu penyebaran biji melalui aktivitas makannya sehingga turut mendukung regenerasi tumbuhan di habitat alaminya.


Karena itu, perlindungan terhadap Sampiri perlu dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga habitat serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keanekaragaman hayati.


Program konservasi yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui IT Bitung tersebut turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-15 tentang ekosistem daratan, tujuan ke-4 mengenai pendidikan berkualitas, dan tujuan ke-17 tentang kemitraan.


Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina berharap konservasi burung Sampiri tidak berhenti sebagai program perusahaan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga kekayaan alam Sulawesi Utara.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close