MANADO, indinews.id - Bank Indonesia (BI) terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Utara agar semakin adaptif terhadap digitalisasi, memiliki daya saing, serta mampu memperluas pasar hingga tingkat global.
Hal tersebut disampaikan Ricky P Gozali, Deputi Gubernur Bank Indonesia dalam puncak Puncak Urban Digifest 2026 yang memasuki penyelenggaraan ke-8.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara UMKM, ekonomi kreatif, pariwisata, perbankan, serta pengembangan sistem pembayaran digital.
Dalam sambutannya, perwakilan Ricky P Gozali, Deputi Gubernur Bank Indonesia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulut, pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dekranasda, perbankan, dunia usaha, asosiasi, komunitas, media, dan berbagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi daerah.
“Pekan Urban Digifest 2026 bukan hanya menjadi ajang promosi UMKM, tetapi telah menjadi ruang kolaborasi antara pelaku UMKM, ekonomi kreatif, digitalisasi sistem pembayaran, pariwisata, dan potensi ekonomi daerah,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, kondisi perekonomian Sulawesi Utara menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan II 2024, ekonomi daerah tumbuh 5,43 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,05 persen.
Dari sisi digitalisasi pembayaran, perkembangan QRIS di Sulawesi Utara juga terus meningkat. Hingga Juni 2024, jumlah pengguna QRIS tercatat mencapai 597.917 pengguna atau tumbuh 18,75 persen secara tahunan.
Sementara jumlah merchant mencapai 387.182 merchant, tumbuh 15,60 persen secara tahunan. Sepanjang semester I 2024, transaksi QRIS di Sulawesi Utara mencapai 36,44 juta transaksi atau meningkat 34,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BI juga mencatat lebih dari 369.000 pelaku UMKM di Sulawesi Utara telah menggunakan QRIS.
“Capaian tersebut merupakan bentuk nyata sinergi seluruh stakeholders di Provinsi Sulawesi Utara di bawah satu komitmen untuk pembangunan ekonomi,” katanya.
Penguatan UMKM dinilai penting karena sektor tersebut memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. UMKM disebut berkontribusi sekitar 60,5 persen terhadap produk domestik bruto, menyerap 97 persen tenaga kerja, dan menyumbang sekitar 15 persen pangsa ekspor Indonesia.
Sulawesi Utara dinilai memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat UMKM, mulai dari kekayaan alam, sektor pariwisata, budaya, kuliner, kopi, hingga kreativitas khas Minahasa.
BI melalui Kantor Perwakilan BI Provinsi Sulut menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas UMKM, mencakup peningkatan kualitas produk, inovasi, digitalisasi, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar.
Program PATUA atau Petani Unggulan Sulut dan WANUA atau Wirausaha Unggulan Sulut menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha agar naik kelas, masuk ke ekosistem digital, hingga mampu menembus pasar ekspor.
Pekan Puncak Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 yang mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”, menggambarkan upaya menghubungkan kekuatan tradisi dan kreativitas lokal dengan inovasi serta perkembangan ekonomi digital.
“Tujuannya satu, yaitu bagaimana bersama-sama merajit kekuatan Sulawesi Utara tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
BI berharap Pekan Urban Digifest 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu membuka akses pasar, pembiayaan, jejaring usaha, serta peluang pengembangan usaha secara berkelanjutan bagi UMKM.
Para pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas jaringan dan memperoleh pasar baru. Masyarakat diajak meningkatkan dukungan terhadap produk lokal karena pembelian produk UMKM turut menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja.
“Jangan lupa nanti transaksinya menggunakan QRIS, karena kita di acara Pekan Urban Digifest ini alias Digital Festival, sehingga harus pakai digital,” katanya.
BI menegaskan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar UMKM Sulawesi Utara semakin maju, digital, dan berdaya saing.
“Dengan kolaborasi, UMKM semakin gemilang, ekonomi Sulut makin maju untuk torang samua,” pungkasnya.
(sab)
