Notification

×

Ratusan Juta Panggilan Spam Diblokir, Indosat Tegaskan Komitmen Lindungi Pelanggan

9 November 2025 | November 09, 2025 WIB Last Updated 2025-11-08T16:27:05Z

 

Fitur AI Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat telah melindungi jutaan pelanggan dari ancaman penipuan digital (Foto: Istimewa)



JAKARTA, indinews.id – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memperkuat komitmennya dalam melindungi pelanggan dari meningkatnya kejahatan digital. 


Merespons maraknya panggilan dan pesan penipuan (scam) yang merugikan masyarakat, Indosat menghadirkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di jaringannya, yang terbukti efektif memblokir ratusan juta panggilan berisiko.


Sejak diluncurkan pada 7 Agustus 2025, fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko dan memberikan peringatan terhadap 90 juta pesan mencurigakan. 


Setiap bulannya, fitur ini rata-rata melindungi 11,5 juta pelanggan dari potensi penipuan digital.


Langkah inovatif ini merupakan bagian dari program AIvolusi5G Indosat, yang menggabungkan kecanggihan teknologi AI dengan jaringan 5G untuk menciptakan pengalaman digital yang aman dan memberdayakan. 


Sistem perlindungan ini bekerja otomatis di tingkat jaringan, sehingga pelanggan tidak perlu menginstal aplikasi tambahan.


Laporan GASA State of Scams in Indonesia 2025 yang dirilis akhir Agustus mencatat bahwa 66 persen orang dewasa Indonesia pernah mengalami upaya penipuan dalam setahun terakhir. Sebanyak 14 persen di antaranya mengalami kerugian finansial dengan total mencapai Rp49 triliun. 


Menanggapi situasi ini, Bilal Khazmi, Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison mengatakan teknologi ini dirancang untuk membantu pelanggan dari berbagai usia agar lebih percaya diri menjelajahi dunia digital.


"Dengan konektivitas andal, produk terjangkau, dan perlindungan kuat, kami berkomitmen menghadirkan pengalaman digital kelas dunia yang menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia," ujarnya, Sabtu (8/11/2025).


Berdasarkan data internal Indosat, lebih dari 290 juta panggilan spam telah teridentifikasi di jaringan VoLTE. Dalam kurun waktu 2,5 bulan sejak fitur diluncurkan, tercatat lebih dari 500 juta SMS dan panggilan spam/scam yang berhasil diidentifikasi, termasuk 145 juta pesan spam dan 110 juta pesan penipuan (fraudulent).


Meskipun sistem ini belum sepenuhnya mampu memblokir semua panggilan berbahaya, fungsinya sebagai peringatan dini terbukti efektif mengurangi risiko kerugian dan meningkatkan kewaspadaan digital pelanggan. 


Pengguna akan menerima notifikasi sebelum sempat menjadi korban, sehingga dapat segera mengambil langkah pencegahan.

Indosat menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diiringi dengan peningkatan literasi digital masyarakat. 


Prinsip Zero Trus tidak langsung percaya dan selalu melakukan verifikasi menjadi fondasi dalam pengembangan fitur ini. 


Fitur perlindungan ini hadir dengan varian SATSPAM BASIC yang aktif otomatis untuk semua pengguna prabayar IM3 dengan paket data aktif, serta SATSPAM+ dengan perlindungan lanjutan dan kemampuan mendeteksi tautan berbahaya. 


Sementara itu, bagi pelanggan Tri, perlindungan hadir melalui fitur TRI AI: AntiSpam/Scam dengan sistem kode warna: toska untuk Nomor Aman, kuning untuk Nomor Tidak Dikenal, dan merah untuk Nomor Berisiko. 


Pelanggan juga dapat mengakses perlindungan tambahan Plus+ melalui aplikasi myIM3 dan bima+, yang menampilkan peringatan visual dan notifikasi waktu nyata (real-time) terhadap nomor mencurigakan. 


Dengan dukungan teknologi AI yang terus berkembang dan edukasi keamanan siber yang berkelanjutan, Indosat menegaskan komitmennya untuk melindungi pelanggan sekaligus membangun kepercayaan digital masyarakat Indonesia.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close