Notification

×

Industri Jasa Keuangan Sulut dan Gorontalo Tumbuh Positif hingga Akhir 2025

4 Maret 2026 | Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-05T01:37:04Z

 

Media Update Triwulan I Kantor OJK Provinsi SulutGo Tahun 2026 (Foto indinews/Subhan)



MANADO, indinews.id - Kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) hingga 31 Desember 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan relatif terjaga di hampir seluruh sektor. Meski demikian, terdapat sejumlah subsektor yang mengalami perlambatan.


Kepala OJK Provinsi SulutGo, Robert H.P. Sianipar mengatakan bahwa secara umum stabilitas sektor jasa keuangan di kedua provinsi masih dalam kondisi baik.


“Secara umum, kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo posisi 31 Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan yang positif dan terjaga di hampir seluruh sektor, meskipun terdapat beberapa perlambatan dan penurunan di sektor spesifik,” kata Robert H.P. Sianipar pada Media Update Triwulan I Kantor OJK Provinsi SulutGo Tahun 2026, Rabu (4/3/2026).


Di sektor perbankan, baik Sulawesi Utara maupun Gorontalo mencatat peningkatan pada aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), serta penyaluran kredit. 


Pertumbuhan di Sulawesi Utara tercatat lebih tinggi, dengan kenaikan aset sebesar 8,65 persen, DPK 10,87 persen, dan kredit 6,14 persen. Sementara itu, Gorontalo mencatat pertumbuhan aset 5,87 persen, DPK 5,60 persen, dan kredit 3,19 persen.


Risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di kedua daerah juga masih dalam batas aman. NPL Sulawesi Utara berada di angka 2,77 persen, sedangkan Gorontalo 3,60 persen.


Di industri pasar modal, pertumbuhan terlihat dari peningkatan signifikan jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) per November 2025 secara tahunan. 


Sulawesi Utara mencatat kenaikan 26,97 persen, sementara Gorontalo mencapai 31,85 persen. Nilai transaksi saham juga melonjak tajam, masing-masing 141,90 persen di Sulut dan 213,26 persen di Gorontalo.


Sektor perusahaan pembiayaan atau multifinance di wilayah Sulut dan Gorontalo turut mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 7,32 persen secara tahunan. 


"Rinciannya, Sulawesi Utara tumbuh 6,47 persen dan Gorontalo 10,02 persen. Tingkat pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) tetap terjaga di bawah 5 persen, yakni 2,98 persen untuk Sulut dan 2,31 persen di Gorontalo," tutur Robert H.P. Sianipar.


Pada sektor dana pensiun, pertumbuhan tercermin dari peningkatan aset sebesar 4,57 persen dan investasi 5,18 persen secara tahunan.


Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui fintech lending menunjukkan lonjakan signifikan. Sulawesi Utara mencatat pertumbuhan 36,78 persen, sedangkan Gorontalo mencapai 43,45 persen secara tahunan. 


Tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) tergolong rendah, masing-masing 1,47 persen di Sulut dan 1,41 persen di Gorontalo.


Adapun sektor yang mengalami perlambatan hingga akhir 2025 adalah asuransi jiwa, asuransi umum, serta modal ventura. Penurunan terlihat dari sisi premi dan penyaluran pembiayaan.


"Secara keseluruhan, kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo masih menunjukkan ketahanan yang baik, dengan pengelolaan risiko yang relatif terkendali di tengah dinamika ekonomi," tutupnya


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close