![]() |
| Suasana pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada awal pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 yang menunjukkan peningkatan jumlah pemudik (Foto: Istimewa) |
MANADO, indinews.id - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado mengalami peningkatan signifikan pada awal pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026.
Posko tersebut berlangsung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026 atau mulai H-8 hingga H+8 Lebaran.
Lonjakan pergerakan penumpang tercatat pada 14 Maret 2026 atau H-6. Pada hari itu, jumlah penumpang mencapai 7.864 orang. Angka ini meningkat 28,3 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 6.130 penumpang.
Jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi pada 2019 yang mencatat 6.865 penumpang, jumlah penumpang tahun ini meningkat sekitar 14,6 persen.
Dengan capaian tersebut, tingkat pemulihan trafik penumpang mencapai sekitar 114,6 persen dibandingkan kondisi sebelum pandemi.
Selain peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami kenaikan. Pada tanggal yang sama tercatat sebanyak 69 pergerakan pesawat. Angka ini naik 13 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencatat 61 pergerakan.
Jika dibandingkan dengan 2019, tingkat pemulihan pergerakan pesawat telah mencapai sekitar 119 persen.
Sementara itu, pergerakan kargo tercatat sebesar 68 ton. Angka ini turun sekitar 9,2 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 75 ton.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi pada 2019, volume kargo tersebut menunjukkan tingkat pemulihan hingga sekitar 153 persen.
Penurunan volume kargo tersebut dipengaruhi meningkatnya jumlah penumpang pada masa mudik. Kondisi ini berdampak pada berkurangnya kapasitas kompartemen bagasi pesawat yang dapat digunakan untuk pengangkutan barang.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, mengatakan peningkatan trafik ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran serta semakin pulihnya sektor transportasi udara pascapandemi.
Peningkatan jumlah penumpang ini merupakan indikator positif bagi pemulihan sektor penerbangan.
"Kami bersama seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Posko Lebaran berkomitmen memastikan operasional bandara berjalan lancar, aman, dan tetap mengutamakan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa,” ujar Radityo, Minggu (15/3/2026).
Ia menambahkan, pihak bandara telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan penumpang dengan mengoptimalkan operasional serta memperkuat koordinasi bersama seluruh stakeholder.
Pihak-pihak tersebut antara lain maskapai, otoritas bandara, TNI, Polri, AirNav, ground handling, serta instansi terkait lainnya.
Bandara juga mengimbau calon penumpang agar memastikan seluruh dokumen perjalanan telah lengkap sebelum berangkat, seperti tiket, identitas diri, dan dokumen pendukung lainnya.
Selain itu, penumpang disarankan datang ke bandara setidaknya tiga jam sebelum jadwal keberangkatan guna menghindari antrean di area check-in maupun pemeriksaan keamanan.
Sebagai operator bandara, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui optimalisasi fasilitas, penguatan koordinasi operasional, serta dukungan penuh seluruh pihak yang terlibat dalam Posko Angkutan Lebaran.
Dengan sinergi tersebut, pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 diharapkan dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan udara.
(sab)
