Notification

×

UGM, Indosat, NVIDIA, dan Kemkomdigi Resmikan Pusat Teknologi AI di Yogyakarta

16 Agustus 2026 | Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T03:03:38Z

Perwakilan Kemkomdigi, Indosat Ooredoo Hutchison, NVIDIA, dan Universitas Gadjah Mada saat peresmian UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).((Dok.Istimewa)).



 

YOGYAKARTA, indinews.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan NVIDIA resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC) di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).


Pusat teknologi tersebut menjadi bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE) yang diarahkan untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan talenta kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.


Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid mengatakan, keberadaan pusat teknologi AI tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kapasitas nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi AI.


“Indonesia AI Center of Excellence mencerminkan visi jangka panjang untuk menempatkan Indonesia sebagai bangsa yang tak hanya mengadopsi AI, tetapi juga mampu mengembangkan dan menyumbangkan inovasi AI ke dunia,” kata Meutya.


Menurut dia, penguatan kapasitas riset dan pengembangan talenta menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kedaulatan AI sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia.


UGM Indosat NVAITC akan ditopang platform AI full-stack NVIDIA dan GPU Merdeka, yakni platform sovereign GPU-as-a-Service milik Indosat. Fasilitas tersebut menyediakan akses terhadap komputasi berperforma tinggi, perangkat lunak AI, model pralatih, kerangka pengembangan, pelatihan, bimbingan teknis, hingga peluang kolaborasi dengan industri.


President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan pentingnya pemerataan akses terhadap teknologi dan keahlian AI bagi masyarakat Indonesia.


“Di Indosat, kami percaya bahwa tidak boleh ada satu pun masyarakat Indonesia yang tertinggal di era AI,” ujar Vikram.


Ia mengatakan, pusat teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas akses bagi peneliti, mahasiswa, perusahaan rintisan, dan inovator di berbagai daerah untuk memanfaatkan teknologi AI dan mengembangkan solusi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.


Sementara itu, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA Marc Hamilton menyebut Indonesia memiliki komunitas peneliti dan pengembang yang berpotensi besar dalam pengembangan AI.


“Indonesia adalah rumah bagi komunitas peneliti, pengembang, dan inovator luar biasa yang berpotensi membentuk masa depan AI,” kata Marc.


Ia menambahkan, AI memiliki peluang besar untuk memberikan dampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan dan pertanian hingga mitigasi bencana.


UGM Indosat NVAITC akan memanfaatkan kekuatan riset multidisiplin UGM, data lokal, serta talenta peneliti dan mahasiswa untuk mengembangkan berbagai solusi AI terapan.


Pada tahap awal, sejumlah proyek strategis telah disiapkan. Salah satunya eNose-TB, teknologi skrining berbasis AI yang dikembangkan untuk mendukung upaya penanggulangan tuberkulosis di Indonesia.


Selain itu, terdapat SmartAgri yang menggabungkan multimodal AI, edge computing, dan teknologi pertanian presisi untuk membantu meningkatkan produktivitas serta ketahanan sektor pertanian di wilayah beriklim tropis.


Pusat teknologi tersebut juga mengembangkan Tech4Disaster, platform AI geospasial yang ditujukan untuk memperkuat kemampuan prediksi, mitigasi, dan penanganan bencana.


Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan UGM berkomitmen mendukung pengembangan AI nasional melalui pendidikan, penelitian, dan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“Melalui UGM Indosat NVAITC, kami memperluas akses terhadap infrastruktur AI canggih dan keahlian global bagi para mahasiswa dan peneliti, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin di bidang strategis seperti kesehatan, pertanian, dan ketahanan bencana,” ujarnya.


Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., Sp.A., menilai dukungan infrastruktur dan keahlian AI berstandar global akan membantu mempercepat pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.


“Sebagai peneliti, kami percaya bahwa teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di dalam negeri,” kata Dian.


Peluncuran UGM Indosat NVAITC menjadi awal dari kerja sama jangka panjang dalam pengembangan riset, talenta, dan inovasi AI nasional. Kolaborasi tersebut sebelumnya telah melalui proses inisiasi tata kelola organisasi pada Juli 2025 dan penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026.


Dengan peresmian pada 13 Agustus 2026, pusat teknologi ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara talenta Indonesia, keahlian teknologi global, dan inovasi lokal untuk menghasilkan solusi AI yang berdampak bagi masyarakat.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close