Notification

×

Urban Digifest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Utara

15 Agustus 2026 | Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T15:26:54Z

 

Puncak Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 di Manado, Sabtu (15/8/2026).((Dok.Istimewa)).



MANADO, indinews.id - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan Urban Digifest 2026 bukan sekadar ajang perayaan, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, budaya, dan transformasi digital di daerah.


Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut, Joko Supratikto dalam laporan pada Puncak Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 yang digelar di Manado, Sabtu (15/8/2026).


Mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”, Urban Digifest tahun ini mengintegrasikan pengembangan UMKM dengan potensi kopi Sulawesi Utara. 


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, pembiayaan, digitalisasi, serta pengembangan ekonomi kreatif.


“Urban Digifest bukan sekadar selebrasi, tapi sinergi untuk kemajuan ekonomi negeri,” Kata Joko.


Urban Digifest merupakan kegiatan tahunan BI SuluUrban Digifest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Utara


Manado – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara menegaskan Urban Digifest 2026 bukan sekadar ajang perayaan, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, budaya, dan transformasi digital di daerah.


Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara dalam laporan pada Puncak Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 yang digelar di Manado, Sabtu (15/8/2026).


Mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”, Urban Digifest tahun ini mengintegrasikan pengembangan UMKM dengan potensi kopi Sulawesi Utara. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, pembiayaan, digitalisasi, serta pengembangan ekonomi kreatif.


“Urban Digifest bukan sekadar selebrasi, tapi sinergi untuk kemajuan ekonomi negeri,” demikian pesan yang disampaikan dalam rangkaian laporan tersebut.


Urban Digifest merupakan kegiatan tahunan BI Sulut yang telah berlangsung sejak 2019. Dari tahun ke tahun, kegiatan ini berkembang menjadi wadah yang mempertemukan pemerintah daerah, UMKM, perbankan, komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan berbagai mitra strategis.


Rangkaian Urban Digifest 2026 dimulai sejak 12 Agustus dan dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (16/8/2026). Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sebelum puncak acara, di antaranya program Petani dan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (PATUA WANUA), onboarding UMKM Go Digital, serta perluasan akses pasar melalui berbagai pameran tingkat daerah, nasional, hingga internasional.


Dalam rangkaian tersebut, BI mencatat sebanyak 233 UMKM terlibat. Peserta terdiri atas 127 UMKM makanan dan minuman kemasan, 50 UMKM wastra, kerajinan dan kriya, 28 UMKM kopi, 20 UMKM ready to eat, tiga UMKM pangan, serta lima UMKM pendukung desa wisata.


Hingga hari ketiga pelaksanaan, nilai transaksi dari seluruh rangkaian kegiatan tercatat mencapai Rp3,014 miliar. Angka tersebut berasal dari transaksi Urban Digifest sekitar Rp740 juta, dukungan berbagai pameran sekitar Rp385 juta, serta onboarding digital WANUA sekitar Rp1,9 miliar.


Sementara itu, jumlah pengunjung tercatat mencapai 42.082 orang. BI memperkirakan angka tersebut masih akan bertambah hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada 16 Agustus.


Namun, capaian tersebut dinilai bukan satu-satunya ukuran keberhasilan Urban Digifest. BI ingin kegiatan tersebut memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.


“Urban Digifest harus mampu menjawab pertanyaan yang lebih besar: apakah UMKM semakin naik kelas, akses pasar dan pembiayaan semakin terbuka, terciptanya wirausaha baru, serta apakah digitalisasi semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di Sulawesi Utara,” tutur Joko.


Untuk mendukung tujuan tersebut, Urban Digifest 2026 diperkuat dengan business matching pembiayaan, promosi perdagangan dan ekspor, peningkatan kapasitas UMKM, edukasi pelindungan konsumen, serta berbagai lokakarya keterampilan bagi pelaku usaha.


Penggunaan QRIS juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sistem pembayaran digital itu dimanfaatkan sebagai sarana transaksi utama sekaligus menjadi ruang praktik untuk memperluas penggunaan pembayaran digital di kalangan UMKM dan masyarakat.


Selain aspek ekonomi, Urban Digifest 2026 mengangkat budaya dan tradisi Kawanua sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif Sulawesi Utara. Melalui tema “Rupa Rasa Kawanua”, BI ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya dan kearifan lokal dapat terus dikembangkan tanpa kehilangan identitas daerah.


Sejumlah program seperti pengembangan wastra, Modest Fashion & Wastra Professional Designer Competition, membatik bersama Dekranasda, hingga berbagai lomba kreatif generasi muda menjadi bagian dari upaya tersebut.


Sementara itu, Sulut Coffee Fest 2026 menempatkan kopi bukan hanya sebagai komoditas, tetapi sebagai ekosistem yang menghubungkan petani, pengolah, roastery, barista, kedai kopi, UMKM, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.


Kegiatan manual brewing, latte art, kompetisi kopi, dan edukasi diharapkan dapat mendorong kopi Sulawesi Utara memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang kewirausahaan baru.


“Tradisi tidak cukup hanya kita lestarikan. Tantangannya adalah bagaimana warisan dan kearifan lokal dapat terus relevan, berinovasi, dan menghasilkan nilai ekonomi, tanpa kehilangan identitas Kawanua,” ungkap Joko.


BI menilai keberhasilan transformasi ekonomi daerah tidak dapat dicapai oleh satu pihak. Karena itu, Urban Digifest 2026 melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dekranasda, pemerintah kabupaten/kota, perbankan, dunia usaha, komunitas, akademisi, media, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat.


Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk memperoleh pasar, pembiayaan, peningkatan kapasitas, dan pemanfaatan teknologi digital.


Urban Digifest 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Karya Kreatif Indonesia (KKI), agenda tahunan BI secara nasional yang mempertemukan UMKM dari berbagai daerah. 


Melalui program tersebut, BI mendorong UMKM agar semakin tangguh, berdaya saing, dan mampu menembus pasar yang lebih luas.


“Ketika UMKM Kawanua naik kelas, produk lokal semakin berdaya saing, wirausaha baru tumbuh, dan ekonomi daerah semakin produktif, maka Sulawesi Utara turut memberikan kontribusi yang semakin besar bagi ekonomi Indonesia,” ujar Kepala Perwakilan BI Sulut.


Pada akhirnya, Urban Digifest 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. BI menargetkan munculnya lebih banyak UMKM naik kelas, wirausaha baru, produk lokal yang mampu memperluas pasar, serta semakin kuatnya ekosistem transaksi digital di Sulawesi Utara.


“Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi” pun diharapkan menjadi semangat bersama untuk mengolah kekayaan daerah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat dan Indonesia.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close