Notification

×

Urban DigiFest 2026 Libatkan 200 UMKM, Targetkan 60 Ribu Pengunjung dan Transaksi Rp6 Miliar

14 Agustus 2026 | Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T15:48:36Z

 

Soft Opening Urban DigiFest dan Sulut CoffeeFest 2026 di Manado, Rabu (12/8/2027).((Dok. Aldy Pascoal)).



MANADO, indinews.id - Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kembali mendorong penguatan ekonomi kreatif dan UMKM melalui Urban DigiFest dan Sulut CoffeeFest 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi”.


Pada pelaksanaan tahun ini, lebih dari 200 UMKM Sulut dilibatkan untuk memamerkan sekaligus memasarkan produk unggulan daerah. Produk yang ditampilkan mencakup wastra, fesyen, kriya, makanan, minuman, produk siap santap, hingga kopi.


Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto mengatakan, Urban DigiFest 2026 tidak hanya diarahkan sebagai ajang promosi produk UMKM, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, kolaborasi, perluasan pasar, dan akses pembiayaan bagi pelaku usaha.


“Urban DigiFest tidak hanya menjadi tempat untuk showcasing, tidak hanya menjadi tempat untuk berjualan, tetapi juga ruang untuk belajar, ruang untuk berkolaborasi, ruang untuk memperoleh pembiayaan, ruang untuk memperoleh perluasan usaha, perluasan pasar, dan juga ruang untuk bertransformasi secara digital,” ujar Joko dalam sambutannya pada Soft Opening Urban DigiFest dan Sulut CoffeeFest 2026, Rabu (12/8/2026).


Tahun ini, penyelenggara menargetkan lebih dari 60.000 masyarakat mengunjungi Urban DigiFest. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 55.000 pengunjung.


Dari sisi transaksi, kegiatan ini ditargetkan mampu membukukan transaksi lebih dari Rp6 miliar. Angka tersebut juga mengalami peningkatan dari realisasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp5,5 miliar.


Selain transaksi, BI Sulut menargetkan realisasi pembiayaan bagi UMKM lebih dari Rp3 miliar melalui lembaga keuangan, baik perbankan maupun lembaga nonbank seperti Permodalan Nasional Madani (PNM).


Menurut Joko, pengembangan UMKM dalam Urban DigiFest 2026 tidak berhenti pada pencapaian angka transaksi dan jumlah pengunjung. Dampak berkelanjutan terhadap pelaku usaha dan perekonomian daerah menjadi tujuan utama kegiatan tersebut.


“Keberhasilan kegiatan ini bukan hanya tentang angka. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Urban DigiFest ini mampu menghasilkan multiplier effect yang berkelanjutan bagi ekonomi, bagi UMKM, dan bagi masyarakat di Sulawesi Utara,” katanya.


Salah satu fokus yang diangkat adalah penguatan identitas Kawanua melalui produk lokal. Konsep “Rupa Rasa Kawanua” menggambarkan kekayaan kreativitas, karya, kuliner, serta komoditas unggulan Sulawesi Utara.


Konsep tersebut diwujudkan melalui sejumlah area pameran, di antaranya Wale Rupa yang menampilkan wastra, fesyen, dan kriya, serta Wale Rasa yang menghadirkan makanan, minuman, dan produk siap santap. 


Tahun ini, penyelenggara juga memberikan perhatian khusus terhadap sektor kopi melalui Sulut CoffeeFest 2026.


Pengembangan kopi dinilai memiliki rantai ekonomi yang luas, mulai dari petani, pengolah, roastery, barista, kafe, hingga pelaku usaha lainnya.


Selain itu, aspek budaya turut menjadi bagian penting dalam kegiatan melalui tema “Meracik Tradisi”. Pengembangan wastra Sulut, modest fashion, kegiatan membatik bersama Dekranasda, kuliner, komunitas lokal, hingga promosi desa wisata menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.


BI berharap generasi muda dapat melihat budaya lokal bukan hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi, peluang usaha, identitas produk, dan kekuatan untuk meningkatkan daya saing.


“Tradisi dan kearifan lokal harus mampu kita racik menjadi sumber kreativitas dan nilai ekonomi yang baru,” ujar Joko.


Sementara itu, melalui konsep “Menyeduh Inovasi”, digitalisasi menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM naik kelas. Salah satunya melalui penguatan penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi utama selama pelaksanaan Urban DigiFest 2026.


BI juga mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi digital yang cepat, murah, mudah, aman, dan andal atau dikenal dengan istilah CeMuMuAH.


Rangkaian kegiatan Urban DigiFest 2026 turut diisi dengan talkshow, lokakarya, business matching pembiayaan UMKM, promosi perdagangan dan ekspor, serta pengembangan keterampilan di sektor kopi.


Penyelenggara berharap sinergi pemerintah daerah, BI, Dekranasda, perbankan, komunitas, akademisi, dan dunia usaha dapat memperluas akses produk UMKM Kawanua ke pasar nasional hingga global.


Acara puncak Urban DigiFest dan Sulut CoffeeFest 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dan akan dihadiri Gubernur Sulut serta Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.


“Kita jadikan Urban DigiFest Sulut CoffeeFest 2026 ini sebagai momentum. Tahun ini Bank Indonesia berupaya agar program pengembangan UMKM tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghasilkan outcome yang nyata, terukur, dan berdampak bagi pelaku usaha maupun perekonomian daerah,” tuturnya.


Ia juga mengajak masyarakat Sulut untuk membeli dan menggunakan produk lokal, menikmati kopi serta kuliner Kawanua, mengenakan wastra daerah, dan memanfaatkan QRIS dalam bertransaksi.


“Torang racik tradisinya, Torang seduh inovasinya, Torang majukan Sulawesi Utara bersama-sama,” pungkasnya.


(sab

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close