Notification

×

Bank Indonesia dan TNI AL Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Lima Pulau Terluar Sulawesi Utara

23 Juni 2026 | Juni 23, 2026 WIB Last Updated 2026-06-23T15:33:31Z

 

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut saat memberikan sambutan pada Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Sulawesi Utara Tahun 2026 di Kota Bitung sebelum bertolak menuju lima pulau terluar menggunakan KRI Selar-879, Selasa (23/6/2026) (indinews.id/Subhan)

BITUNG, indinews.id - Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut resmi melepas Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 yang akan melayani masyarakat di lima pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) selama sepekan ke depan.


Pelepasan tim dilakukan di Kota Bitung, Selasa (23/6/2026), dengan melibatkan unsur Bank Indonesia, TNI AL, Pemerintah Kota Bitung, perbankan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Joko Supratikto menyampaikan bahwa ekspedisi tahun ini akan menjangkau Pulau Salibabu, Makalehi, Karatung, Kabaruan, dan Miangas. Kegiatan berlangsung selama tujuh hari, mulai 23 hingga 29 Juni 2026.


"Program ini merupakan sinergi yang kuat antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa menjaga kedaulatan bangsa tidak hanya dari aspek pertahanan, tetapi juga melalui kedaulatan ekonomi," ujarnya.


Ia menjelaskan, pelaksanaan ERB merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menugaskan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup, berkualitas, dan tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.


Menurutnya, sejak kerja sama Bank Indonesia dan TNI AL dimulai pada 2012 hingga 2026, telah terlaksana 150 kegiatan kas keliling atau Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang menjangkau 766 pulau kategori 3T.


Pada tahun 2025, distribusi uang rupiah melalui program tersebut mencapai sekitar Rp156 miliar di 91 pulau. Sementara pada 2026, Bank Indonesia menargetkan penyelenggaraan 23 kegiatan ERB yang akan menjangkau 115 pulau di seluruh Indonesia.


Untuk pelaksanaan di Sulut, tim menggunakan KRI Selar-879 dengan dukungan modal kerja sebesar Rp5,5 miliar. 


Sebanyak 15 personel Bank Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia turut dilibatkan dalam misi tersebut, didukung prajurit TNI Angkatan Laut.


Terdapat tiga tugas utama yang akan dijalankan selama ekspedisi, yakni mendistribusikan uang rupiah layak edar, menarik uang yang sudah tidak layak edar, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.


"Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran transaksi ekonomi, meningkatkan kualitas uang yang beredar, serta memperkuat nasionalisme masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah 3T," katanya.


Selain menjaga distribusi uang tunai, Bank Indonesia juga terus melakukan inovasi di bidang sistem pembayaran dan pengelolaan mata uang. 


Berbagai penghargaan internasional telah diraih, termasuk penghargaan Central Banking Award 2024 untuk program Waste to Gold Collaboration serta pengakuan terhadap seri uang rupiah yang dinilai memiliki tingkat keamanan tinggi dari pemalsuan.


Ia menegaskan bahwa rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan dan kebanggaan bangsa Indonesia.


"Melalui kegiatan ini kita menegaskan bahwa negara hadir hingga ke pelosok negeri. Kehadiran KRI Selar-879 tidak hanya membawa uang rupiah, tetapi juga membawa pesan bahwa negara hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat di wilayah terluar Indonesia," ujarnya.


Pihaknya berharap seluruh rangkaian ekspedisi dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat di pulau-pulau yang menjadi tujuan pelayanan.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close