BITUNG, indinews.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang akan melayani masyarakat di sejumlah pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di wilayah perbatasan Sulut.
Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Sulut melalui sambutan yang dibacakan Karo Perekonomian Pemprov Sulut, Reza W. Dotulung di Kota Bitung, Selasa (23/6/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur menilai kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan laut untuk mendistribusikan uang rupiah ke wilayah terpencil, melainkan sebuah misi kebangsaan yang menunjukkan kehadiran negara bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Hari ini kita tidak hanya melepas sebuah perjalanan laut menuju pulau-pulau terluar. Lebih dari itu, kita sedang melepas sebuah misi kebangsaan yang membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang jarak dan kondisi geografisnya," ujarnya
Menurutnya, keberadaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia memiliki makna strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi ekonomi, tetapi juga menjadi simbol persatuan bangsa dan bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulut memandang program tersebut sangat penting mengingat karakteristik daerah yang didominasi wilayah kepulauan dengan sejumlah pulau yang berada di kawasan perbatasan negara.
"Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat memiliki arti yang sangat strategis bagi Sulawesi Utara karena membantu menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, memastikan ketersediaan uang layak edar, serta memperkuat rasa nasionalisme di wilayah perbatasan," lanjutnya.
Dalam pelaksanaannya, tim ekspedisi akan mengunjungi sejumlah pulau di kawasan Kepulauan Talaud dan Sangihe, yakni Miangas, Karatung, Salibabu, Kabaruan, dan Makalehi.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa masyarakat yang tinggal di pulau-pulau tersebut memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan negara, termasuk akses terhadap uang rupiah yang layak edar dan berkualitas.
Gubernur juga menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kedaulatan negara tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan batas wilayah, tetapi juga melalui kemampuan menghadirkan layanan ekonomi hingga ke pelosok negeri.
"Ketika masyarakat di pulau-pulau terluar dapat menggunakan rupiah dengan mudah dan nyaman, maka pada saat yang sama kita sedang memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa," katanya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Sulut menyampaikan penghargaan kepada Bank Indonesia yang terus menjaga ketersediaan dan kualitas uang rupiah di seluruh wilayah Indonesia.
Apresiasi juga diberikan kepada TNI Angkatan Laut yang mendukung distribusi uang hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Tak hanya itu, penghargaan turut disampaikan kepada seluruh anggota Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang akan menjalankan tugas selama beberapa hari ke depan di tengah berbagai tantangan cuaca dan kondisi geografis laut.
"Pemerintah Provinsi Sulut meyakini seluruh tim mampu menjalankan tugas dengan profesionalisme, semangat pengabdian, dan kerja sama yang baik demi memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah perbatasan," tuturnya.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh personel yang terlibat dan berharap misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat di pulau-pulau terluar Sulawesi Utara.
(sab)
