![]() |
| Pertamina meningkatkan pasokan Biosolar dan memperkuat pengawasan distribusi di Kabupaten Maros untuk menjaga kelancaran layanan, Selasa (16/6/2026). (Dok. Istimewa). |
MAKASSAR, indinews.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat distribusi Biosolar subsidi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menyusul meningkatnya aktivitas pengisian bahan bakar oleh kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi.
Peningkatan kebutuhan Biosolar dalam beberapa hari terakhir menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama pada jam-jam tertentu di wilayah yang menjadi jalur utama transportasi dan distribusi barang.
Sales Branch Manager Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar.
"Selama tiga hari terakhir, penyaluran Biosolar ke wilayah Maros telah kami tingkatkan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal yang berada pada kisaran 212 kiloliter per hari. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi," kata Yoga dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, Pertamina juga telah melakukan tambahan pengiriman atau extradropping sebanyak 48 kiloliter di luar distribusi reguler ke delapan SPBU di wilayah Maros. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah tingginya permintaan.
Yoga memastikan stok Biosolar di SPBU masih dalam kondisi tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun sektor transportasi.
"Memang terdapat peningkatan aktivitas kendaraan logistik yang melakukan pengisian di sejumlah SPBU. Untuk mendukung kelancaran layanan, Pertamina telah menyiagakan petugas marshal di lokasi-lokasi yang mengalami peningkatan antrean sehingga proses pengisian dapat berjalan lebih tertib dan lancar," ujarnya.
Selain meningkatkan distribusi, Pertamina juga akan melakukan penguatan stok di sejumlah SPBU prioritas selama lima hari ke depan.
Fokus utama diarahkan pada SPBU yang berada di jalur logistik dan lintas Sulawesi guna mengantisipasi lonjakan konsumsi.
Perusahaan energi tersebut turut berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk memetakan titik pengisian bahan bakar kendaraan logistik agar distribusi kendaraan ke SPBU lebih merata dan antrean dapat diminimalkan.
Di sisi lain, pengawasan distribusi BBM subsidi juga diperkuat melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran Biosolar subsidi tepat sasaran dan mendukung kebutuhan sektor produktif.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menegaskan bahwa stok Biosolar subsidi di Sulawesi Selatan saat ini dalam kondisi aman.
"Pertamina memastikan stok Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan penyaluran terus berjalan. Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok, distribusi, serta pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi," kata Lilik.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli Biosolar sesuai kebutuhan dan memanfaatkan BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami mengajak seluruh pengguna BBM subsidi untuk memanfaatkan energi secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan. Dengan penggunaan yang tepat, distribusi energi dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh masyarakat yang berhak menerima," tuturnya.
Pertamina juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kendala layanan, antrean tidak wajar, atau dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi melalui Pertamina Contact Center 135 yang beroperasi selama 24 jam.
(sab)
