GORONTALO, indinews.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak perekonomian daerah melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaku usaha.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) yang digelar bagi mitra binaan UMKM di wilayah Gorontalo di Integrated Terminal Gorontalo, Selasa (30/6/2026).
Program yang diinisiasi fungsi SMEPP PT Pertamina (Persero) bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi itu diikuti oleh 15 pelaku UMKM binaan dari berbagai sektor usaha.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan usaha, strategi menjaga arus kas, pemanfaatan akses pembiayaan melalui Program PUMK, hingga langkah pengembangan usaha secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi.
Selain aspek permodalan, peserta juga mendapatkan edukasi terkait pengelolaan usaha yang efektif, termasuk pentingnya penggunaan energi yang aman dan efisien untuk mendukung aktivitas bisnis sehari-hari.
Materi pelatihan disampaikan oleh Officer I SMEPP PT Pertamina (Persero), Dian Kuswardani, serta Fasilitator Rumah BUMN Pertamina Bone Bolango, Faisal Hidayat Ali. Keduanya berbagi pengalaman serta praktik terbaik dalam pengembangan UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan konsumen.
Supervisor HSSE Integrated Terminal Gorontalo, Nico Ferizano, yang mewakili manajemen Integrated Terminal Gorontalo, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha merupakan bagian penting dalam menciptakan UMKM yang mandiri dan memiliki daya saing.
"Pertamina tidak hanya menghadirkan dukungan melalui akses pendanaan, tetapi juga membekali mitra binaan dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam menjalankan usahanya. Harapannya, para pelaku UMKM mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya," ujar Nico.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan konsultasi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya.
Melalui dialog dua arah tersebut, peserta bersama narasumber membahas sejumlah solusi praktis yang dapat diterapkan untuk memperkuat bisnis sekaligus mempererat hubungan kemitraan antara Pertamina dan UMKM binaan.
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah operasional.
"Pertamina terus mendorong lahirnya UMKM yang tangguh melalui pendampingan, pelatihan, serta perluasan akses terhadap berbagai peluang pengembangan usaha. Kami berharap para mitra binaan dapat terus tumbuh, menciptakan lapangan kerja, dan menjadi penggerak ekonomi di daerah masing-masing," ujar Lilik.
Melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan kualitas usahanya, memperluas jangkauan pasar, serta mewujudkan kemandirian ekonomi di daerah.
(sab)
