Notification

×

Pelindo Perkuat Pendidikan, Lingkungan, dan Ekonomi Warga Langowan

24 Agustus 2026 | Agustus 24, 2026 WIB Last Updated 2026-08-24T14:21:43Z

 

Relawan Bakti BUMN Batch IX bersama masyarakat Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dalam rangkaian kegiatan pendidikan, lingkungan, pertanian, UMKM, kesehatan, dan pengenalan budaya lokal pada 16–19 Agustus 2026.(Dok.Istimewa)



MINAHASA, indinews.id - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo membawa semangat pemberdayaan masyarakat melalui Program Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX di Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.


Kegiatan yang berlangsung pada 16–19 Agustus 2026 tersebut menggabungkan sejumlah program di bidang pendidikan, lingkungan, pertanian, UMKM, serta kesehatan masyarakat.


Langowan dipilih karena memiliki potensi agrikultur yang kuat, terutama pada komoditas tomat dan cabai. 


Selain pertanian, daerah tersebut juga memiliki potensi pengembangan UMKM, sumber daya alam, serta sumber daya manusia yang dapat diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak.


Program RBB Batch IX di Langowan turut dihadiri Direktur Office of The Board PT Danantara Asset Management Tony Andrianto dan Wakil Kepala BP BUMN Teddy Barata.


Tony mengatakan kehadiran relawan BUMN di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan negara dalam memberikan manfaat secara langsung.


“Inilah wujud nyata kehadiran BUMN dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BUMN dan para relawan yang telah meluangkan waktu untuk hadir langsung di tengah masyarakat, bekerja bersama, serta menjalankan tugas dan misinya,” ujar Tony.


Wakil Kepala BP BUMN Teddy Barata menambahkan, RBB menjadi sarana bagi insan BUMN untuk memahami kebutuhan masyarakat sekaligus membangun kolaborasi dalam mencari solusi atas persoalan di daerah.


“Relawan Bakti BUMN merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo agar BUMN hadir dan menjadi bagian dari masyarakat. BUMN diharapkan menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi Indonesia,” kata Teddy.


Menurut dia, keterlibatan langsung para pekerja BUMN memungkinkan mereka memahami kebutuhan masyarakat dan ikut mendorong berbagai potensi daerah.


Sementara itu, Direktur Kelembagaan Pelindo Hendri Ginting mengatakan pihaknya merancang kegiatan RBB agar manfaat program tidak berhenti ketika rangkaian kegiatan berakhir.


“Melalui Relawan Bakti BUMN, kami ingin hadir dan bekerja bersama masyarakat. Karena itu, kegiatan yang dilakukan menyentuh berbagai aspek yang saling berkaitan, mulai dari pendidikan, lingkungan, kesehatan, hingga penguatan pertanian dan UMKM sebagai bagian dari potensi ekonomi Langowan,” ujar Hendri.


Sebanyak 10 relawan dari berbagai BUMN terlibat dalam pelaksanaan program selama empat hari. Mereka membagikan pengetahuan dan pengalaman melalui kegiatan edukasi, pendampingan, serta aksi sosial.


Di sektor pendidikan, relawan menggelar program Relawan Mengajar di SMP 05 Langowan, SD Kecil Raranon, dan SMPN 02 Langowan. Selain memberikan motivasi dan memperkenalkan beragam profesi kepada siswa, relawan turut membantu revitalisasi perpustakaan dan fasilitas sekolah.


Kegiatan lingkungan dilaksanakan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano. Sebanyak 500 pohon mahoni ditanam sebagai bagian dari upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan. 


Para relawan juga memasang media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.


Dukungan terhadap sektor pertanian dilakukan melalui keterlibatan langsung bersama petani, mulai dari penyemaian dan penanaman bibit tomat hingga panen, penyortiran, serta pengemasan hasil pertanian.


Pelindo dan para relawan juga memberikan perhatian terhadap pelaku UMKM melalui aktivasi serta penguatan merek tenant di Taman Cita Waya. 


Langkah tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan daya tarik dan peluang pengembangan usaha lokal.


Pada bidang kesehatan, kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi gizi. Program tersebut menyasar masyarakat, termasuk balita, ibu hamil, dan lanjut usia di Desa Tumaratas.


Rangkaian kegiatan RBB juga bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Relawan bersama masyarakat mengikuti upacara kemerdekaan sekaligus membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Lapangan Schwarz.


Interaksi dengan masyarakat turut diisi dengan pengenalan budaya lokal. Para relawan mendapat kesempatan belajar dan berlatih Tari Kabasaran bersama sanggar setempat.


Hendri mengatakan berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari proses pengembangan potensi masyarakat Langowan secara berkelanjutan.


“Harapan kami, setelah para relawan kembali ke tempat tugas masing-masing, apa yang ditinggalkan di Langowan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan. Dari ruang kelas, lahan pertanian, kawasan DAS, hingga ruang usaha masyarakat, semoga apa yang telah kita mulai bersama dapat terus dirawat dan dikembangkan,” ujarnya.


Menurut Hendri, keberadaan BUMN di daerah tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.


“Karena bagi Pelindo, hadir untuk Indonesia berarti ikut memastikan potensi daerah dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close