Notification

×

BSG Siapkan Empat Strategi Utama Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan

20 Agustus 2026 | Agustus 20, 2026 WIB Last Updated 2026-08-20T00:24:19Z

 

Direktur Umum BSG, Joubert Dondokambey mengikuti kegiatan Media Update Triwulan III Kantor OJK SulutGo, Rabu (19/8/2026).((Indinews.id/Subhan)).



MANADO, indinews.id - Bank SulutGo (BSG) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Sulawesi Utara dan Gorontalo melalui edukasi, digitalisasi layanan, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta perluasan akses pembiayaan.


Strategi tersebut disampaikan perwakilan BSG dalam kegiatan yang membahas perkembangan literasi dan inklusi keuangan di Sulawesi Utara. Kegiatan itu turut dihadiri Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, perbankan, serta sejumlah lembaga jasa keuangan.


Direktur Umum BSG, Joubert Dondokambey menjelaskan, terdapat empat strategi utama yang dijalankan perseroan untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan, yakni edukasi keuangan, digitalisasi layanan, kolaborasi ekosistem, dan penguatan pembiayaan.


"Jadi pada intinya, BSG walaupun kita sebenarnya mewakili antara dua provinsi. Kalau tadi saya lihat banyak lebih data di Sulawesi Utara dan memang dari Sulawesi Utara, begitu juga BI lebih Sulawesi Utara. Tapi memang kita di sini dari data yang kita lakukan ini sudah mencakupi dua wilayah provinsi, yaitu Sulawesi Utara dan Gorontalo," ujar joubert dalam paparannya pada Media Update Triwulan III Kantor OJK SulutGo, Rabu (19/8/2026).


Pada aspek edukasi, BSG menjalankan program Bank Goes to School dengan menyasar sekolah hingga perguruan tinggi. Edukasi juga diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk petani dan nelayan, melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) bersama OJK dan pemerintah daerah.


Di Sulawesi Utara, kegiatan GENCARKAN disebut telah dilaksanakan di 11 kabupaten/kota. Sementara di wilayah kepulauan, kegiatan tersebut masih akan dilanjutkan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.


"Di Sulawesi Utara, kita sudah lakukan di 11 kabupaten/kota. Jadi yang belum tinggal di kepulauan: di Kabupaten Siau (Sitaro), Kabupaten Sangihe, dan Kabupaten Talaud. Sementara di wilayah Gorontalo sudah kita lakukan semua," katanya.


Selain meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produk dan layanan keuangan, BSG juga melakukan kampanye untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan siber. Edukasi tersebut diarahkan agar masyarakat lebih memahami risiko dalam melakukan transaksi keuangan secara digital.


Pada sektor digitalisasi, BSG mengembangkan sejumlah layanan, antara lain BSG Touch, BSG QRIS, dan BSG Direct. Bank tersebut juga mendorong integrasi layanan penerimaan pajak dan retribusi serta belanja daerah dalam ekosistem pemerintahan daerah, termasuk melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) dan Sistem Keuangan Desa.


"Integrasi layanan penerimaan, yaitu terkait penerimaan pajak dan retribusi, dan belanja daerah seperti kita tahu di dalam SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah) Republik Indonesia, dan juga melalui Sistem Keuangan Desa pada ekosistem Pemda. Kita BSG sudah lakukan itu," ujarnya.


Sementara untuk memperluas akses keuangan, BSG menggandeng OJK melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Bank tersebut juga berkolaborasi dengan Bank Indonesia dalam mendukung program digitalisasi daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).


Di sektor pembiayaan, BSG menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan sejumlah skema yang disesuaikan dengan karakteristik usaha masyarakat. Di antaranya KUR Bohusami, KUR Bakobong untuk petani, KUR Basoma bagi nelayan, serta skema pembiayaan lainnya untuk sektor peternakan dan usaha masyarakat.


BSG juga menjalankan program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dengan pola kemitraan yang diarahkan pada komoditas unggulan di masing-masing daerah.


Program tersebut antara lain mencakup pembiayaan minyak nilam dan kelapa di Minahasa Selatan, sektor pertanian dan kerajinan di Minahasa, serta sektor perikanan di Bitung. Di Gorontalo, pembiayaan diarahkan antara lain ke sektor peternakan sapi yang menjadi salah satu potensi ekonomi daerah.


"Kita juga sudah melakukan kerja sama Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) dengan pola kemitraan yang berfokus pada komoditas unggulan dari setiap daerah," kata perwakilan BSG.


Dari sisi pelaksanaan GENCARKAN, BSG menyebut program tersebut telah menjangkau 16 kabupaten/kota di Sulawesi Utara dan Gorontalo selama periode Februari hingga Agustus 2026.


BSG juga memiliki desa binaan di Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Di desa tersebut, BSG telah melaksanakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.


"Kita juga BSG ada membiayai satu Desa Binaannya, yaitu yang di Desa Darunu, Kecamatan Wori. Jadi sudah berapa kali juga kita bikin kegiatan-kegiatan di situ terkait dengan inklusi dan literasi keuangan," ujarnya.


BSG menegaskan upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional sekaligus kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan keuangan.


Bank Pembangunan Daerah itu berharap peningkatan literasi dan akses terhadap layanan keuangan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close