Notification

×

UMKM Sulawesi Utara Kian Berdaya, Produk Lokal Tembus Pasar Global

27 Agustus 2026 | Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T13:43:13Z

 

Produk UMKM Sulawesi Utara ditampilkan dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi produk unggulan daerah ke tingkat nasional dan global.(Dok.Istimewa)

MANADO, indinews.id - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sulawesi Utara menunjukkan perkembangan positif dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Sejumlah produk unggulan daerah mencatat peningkatan penjualan sekaligus mulai memperluas akses ke pasar internasional.


Secara nasional, KKI 2026 mencatat nilai penjualan sementara Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 46 persen dibandingkan capaian pada 2025.


Selain transaksi penjualan, business matching (BM) ekspor KKI 2026 mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan calon pembeli dari 16 negara. Sementara itu, BM pembiayaan tercatat Rp285 miliar atau naik 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.


Capaian tersebut menjadi gambaran semakin terbukanya akses UMKM terhadap pasar, pembiayaan, serta jaringan usaha, baik di dalam maupun luar negeri.


Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan, KKI terus digelar untuk mendorong UMKM Indonesia tumbuh secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang semakin kuat.


“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Aida dalam seremoni penutupan KKI 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (23/8/2026).


Menurut Aida, pengembangan UMKM tidak cukup hanya melalui kegiatan promosi dan transaksi. Diperlukan ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha, termasuk melalui penguatan kapasitas, inovasi, akses pembiayaan, serta perluasan pasar.


KKI 2026 sendiri melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Hampir 560 UMKM mengikuti kegiatan secara luring dengan menampilkan produk seperti wastra, busana siap pakai, makanan dan minuman, dekorasi rumah, serta berbagai karya kreatif generasi muda.


Kegiatan tersebut juga didukung 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Bank Indonesia turut memperkuat pengembangan UMKM melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri.


Di Sulawesi Utara, Kain Pinawetengan menjadi salah satu produk yang mencatat capaian menonjol. Tenun premium khas daerah tersebut membukukan penjualan Rp110,3 juta selama pameran KKI 2026, atau meningkat lima kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.


Kain Pinawetengan terinspirasi dari guratan atau pahatan pada Situs Sejarah Watu Pinawetengan di Kabupaten Minahasa. Produk tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan potensi budaya lokal melalui penguatan produk dan merek.


Produk kopi Sulawesi Utara juga memperoleh perhatian dalam KKI 2026. Kopi Arabika Tomohon produksi Elmonts Coffee mendapat kesempatan diperkenalkan melalui penyeduhan langsung oleh World Barista Champion dalam program take over bar Cangkir Nusantara.


Sementara itu, Narasi Vanilla berhasil membuka peluang pasar di Malaysia, Jepang, dan Korea Selatan. Akses tersebut diperoleh melalui business matching dan penandatanganan Letter of Intent (LOI).


Kerja sama tersebut antara lain mencakup pengiriman sampel vanilla beans, powder, dan paste kepada SAF Synergy PLT (Blitz and Co) dari Malaysia. Narasi Vanilla juga mengirim 20 kilogram vanilla beans senilai 2.500 dolar AS kepada Global Mandehling Coffee Korea di Korea Selatan.


Untuk pasar Jepang, sebanyak 24 produk berupa vanilla paste dan vanilla powder dikirim kepada Inonesia House of Bean Tokyo.


Peluang pasar internasional juga terbuka bagi Kopi Robusta Gunung Ambang asal Kota Kotamobagu. Produk kopi yang memiliki kualitas ekspor tersebut memperluas jejaring melalui business matching dengan Inonesia House of Bean Tokyo dari Jepang.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto mengatakan, penguatan UMKM akan terus diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, inovasi, digitalisasi, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta pembangunan ekosistem usaha yang berkelanjutan.


Aida juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan penggunaan produk UMKM dalam negeri.


“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” katanya.


Semangat KKI 2026 dirangkum melalui tema “Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama”. Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi agar produk UMKM dari berbagai daerah semakin dikenal di pasar domestik sekaligus mampu bersaing di pasar global.


Bagi Sulawesi Utara, capaian dalam KKI 2026 memperlihatkan bahwa produk berbasis budaya, pertanian, dan kreativitas daerah memiliki peluang semakin besar untuk berkembang apabila didukung kualitas produk, penguatan merek, inovasi, serta jaringan bisnis yang tepat.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close