Notification

×

Atasi Antrean BBM, Pertamina Kini Operasikan 25 SPBU 24 Jam di Makassar

12 September 2026 | September 12, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T21:54:43Z

 

SPBU Pertamina di Kota Makassar melayani masyarakat. Pertamina memperluas layanan dengan mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam untuk memperluas akses pengisian BBM.(Dok.Istimewa)

MAKASSAR, indinews.id – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperluas pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar dengan mengoperasikan 25 SPBU selama 24 jam.


Jumlah tersebut bertambah 14 titik dari sebelumnya yang hanya memiliki 11 SPBU dengan layanan sepanjang hari. Perluasan jam operasional ini menjadi salah satu langkah Pertamina merespons kepadatan antrean BBM yang masih terjadi di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu terakhir.


Pertamina menyebut antrean masih terlihat dalam tiga bulan terakhir. Bahkan, dalam dua hingga tiga hari terakhir, kepadatan juga meningkat pada penyaluran Pertalite.


Sementara itu, kebutuhan Solar Jenis BBM Tertentu (JBT) tercatat meningkat sekitar 10–15 persen sepanjang Juni hingga Agustus 2026. Peningkatan tersebut dipengaruhi aktivitas logistik yang semakin tinggi, pelebaran disparitas harga, serta indikasi aktivitas pelangsiran yang turut memengaruhi pola konsumsi BBM di lapangan.


Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam diharapkan memberikan pilihan waktu yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan BBM.


“Penambahan jam operasional ini kami lakukan agar akses pelayanan semakin luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk melakukan pengisian BBM, sehingga kepadatan di jam-jam tertentu dapat ditekan,” ujar Lilik.


Selain memperpanjang waktu operasional, Pertamina juga melakukan sejumlah penyesuaian untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di lapangan.


Di antaranya melalui penerapan marshalling di SPBU yang mengalami antrean padat. Petugas akan mengarahkan kendaraan ke SPBU lain yang memiliki kondisi antrean lebih landai.


Pertamina juga menambah alokasi BBM sekitar 10–15 persen dari rata-rata penyaluran harian untuk wilayah atau SPBU yang membutuhkan. Optimalisasi armada mobil tangki serta penyesuaian pola distribusi turut dilakukan untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU.


Dari sisi pengawasan, Pertamina juga memperketat pemantauan transaksi BBM bersubsidi. Sebanyak 6.023 nomor polisi kendaraan telah diblokir karena terindikasi melakukan transaksi yang tidak sesuai ketentuan.


“Berbagai langkah ini berjalan secara bersamaan. Kami melihat kondisi setiap wilayah dan SPBU berdasarkan kebutuhan, antrean, serta pola konsumsinya. Tujuannya agar pasokan tetap tersedia dan pelayanan kepada masyarakat semakin efektif,” jelas Lilik.


Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan melakukan pengisian BBM sesuai kebutuhan. Pembelian secara wajar dinilai dapat membantu menjaga kelancaran distribusi sekaligus memberikan kesempatan kepada pengguna lainnya untuk memperoleh pelayanan.


“Kami mengajak masyarakat menggunakan energi secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Stok dan distribusi terus kami jaga, sementara pelayanan juga kami perluas melalui penambahan SPBU yang beroperasi 24 jam,” kata Lilik.


Masyarakat yang menemukan kendala pelayanan atau indikasi pelanggaran dalam penyaluran BBM maupun LPG bersubsidi dapat menyampaikannya melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close