Notification

×

HLM TP2DD Digelar, Digitalisasi Transaksi Pemda Talaud Diperkuat

13 Maret 2026 | Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T06:50:58Z

 

High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Kepulauan Talaud yang digelar di Manado, Rabu (11/3/2026), dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Talaud, Bank Indonesia, DPRD, serta pemangku kepentingan terkait guna mendorong percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah (Foto: Istimewa)




MANADO, indinews.id - Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai langkah memperkuat sinergi dalam mendorong digitalisasi transaksi keuangan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Manado, Rabu (11/3/2026).


Pertemuan dipimpin Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Welly Titah dan dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto, Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Engelbertus Tatibi, Sekretaris Daerah Yohanis Kamagi, Grup Head Operasional Bank SulutGo Nolvy Kilanta, serta anggota TP2DD dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.


Dalam sambutannya, Welly Titah menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara atas kolaborasi yang dilakukan dalam mendukung percepatan digitalisasi transaksi keuangan di wilayah Talaud.


“Kolaborasi strategis ini merupakan langkah nyata dalam rangka mendukung digitalisasi transaksi keuangan di Talaud. Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan Bank RKUD terus diperkuat untuk mendorong digitalisasi keuangan daerah, khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Joko Supratikto mengapresiasi capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kabupaten Kepulauan Talaud yang mencapai skor 98,00 persen. 


Capaian tersebut menempatkan Talaud pada peringkat kelima dari 70 kabupaten di wilayah Sulawesi pada semester II tahun 2025.


Joko menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen pimpinan daerah serta sinergi antar organisasi perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.


“Diperlukan komitmen pimpinan serta sinergi antar OPD dan stakeholder untuk mempercepat implementasi digitalisasi daerah guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Talaud,” katanya.


Meski mencatat prestasi yang baik, Kabupaten Kepulauan Talaud masih menghadapi sejumlah tantangan dalam implementasi digitalisasi transaksi daerah. 


Sekretaris Daerah Talaud Yohanis Kamagi menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi, antara lain banyaknya kendaraan yang terdaftar di Manado, masih rendahnya literasi masyarakat terkait pembayaran pajak dan retribusi secara digital, serta perlunya peningkatan pemanfaatan kanal e-commerce untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.


Untuk menjawab tantangan tersebut, TP2DD Talaud mengembangkan program unggulan bertajuk Siswa Duta Digital. Program ini bertujuan meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat dalam melakukan transaksi nontunai, termasuk pembayaran pajak dan retribusi daerah.


Di sisi lain, Kepala Tim Implementasi Kebijakan dan Pengawasan SP-PUR Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Ircham Andrianto Taufick, menyampaikan dua rekomendasi aksi strategis guna meningkatkan penilaian pada Championship P2DD. Kedua langkah tersebut yakni penyusunan Roadmap ETPD 2026–2030 serta penerapan diagnostic tools.


Menurut Ircham, implementasi kedua strategi tersebut akan memberikan arah kebijakan yang lebih jelas dalam pengembangan digitalisasi transaksi daerah serta berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan kemandirian fiskal daerah.


Dalam sesi diskusi, Ketua DPRD Kepulauan Talaud Engelbertus Tatibi menyoroti pentingnya penguatan sinergi antar lembaga serta penggalian potensi peningkatan PAD melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Talaud.


Selain itu, koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, serta bank pengelola rekening kas umum daerah juga menjadi perhatian utama untuk mengoptimalkan pengelolaan PAD dengan sistem pemantauan yang lebih baik.


Menutup pertemuan tersebut, Bupati Welly Titah berharap seluruh kesepakatan yang dihasilkan dalam High Level Meeting dapat segera diimplementasikan sehingga digitalisasi transaksi di Kabupaten Kepulauan Talaud semakin berkembang dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close