Notification

×

Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado Gelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat Libatkan 508 Personel

21 Mei 2026 | Mei 21, 2026 WIB Last Updated 2026-05-21T01:28:12Z

 

Apel Airport Emergency Exercise di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado melibatkan ratusan personel lintas instansi untuk menguji kesiapan menghadapi situasi darurat penerbangan, Kamis (21/5/2026). (Indinews.id/Subhan).



MANADO, indinews.id - Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado menggelar latihan penanggulangan keadaan darurat atau Airport Emergency Exercise dengan melibatkan ratusan personel lintas instansi, Kamis (21/5/2026). 


Kegiatan ini merupakan simulasi rutin yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung penerbangan dalam menghadapi situasi darurat.


Dalam simulasi tersebut, berbagai skenario diperagakan, mulai dari kecelakaan pesawat, ancaman bom, huru-hara, hingga bencana alam seperti gempa bumi. Latihan melibatkan unsur AirNav, Basarnas, TNI, Kepolisian, BPBD, Otoritas Bandara, rumah sakit, hingga pemerintah daerah.



CEO Kantor Regional V PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Handy Heryudhitiawan mengatakan, setiap bandara wajib memiliki dokumen dan prosedur penanggulangan keadaan darurat. Nah, ini perlu dilatih secara rutin. 


"Angkasa Pura Indonesia punya 37 bandara dan salah satunya Manado yang harus dilatih,” ujar Handy Heryudhitiawan


Ia menjelaskan, General Manager bandara bertindak sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan penerbangan di area bandara dan harus memastikan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan berjalan baik.


“Bandara ini beroperasi 24 jam. Jadi kapan pun terjadi keadaan darurat, semua pihak harus siap membantu, termasuk jika ada pesawat yang bukan tujuan Manado tetapi harus mendarat darurat di sini,” katanya.


Menurutnya, latihan tersebut juga menjadi sarana evaluasi prosedur yang selama ini diterapkan. Seluruh dokumen, alur komunikasi, hingga data kontak instansi terkait diperiksa dan disesuaikan jika terdapat perubahan.


“Kalau ada nomor kontak yang sudah berubah atau pejabatnya sudah pindah tugas, itu harus direvisi. Jadi latihan ini bukan sekadar simulasi, tapi memastikan semua prosedur benar-benar siap digunakan,” ujarnya.


Selain kesiapan koordinasi, latihan juga menitikberatkan pada keandalan fasilitas keselamatan bandara, termasuk kesiapan personel pemadam kebakaran dan aviation security.


Dalam kesempatan itu disebutkan, Bandara Sam Ratulangi memiliki 52 personel pemadam kebakaran yang bersiaga selama 24 jam secara bergiliran. Sementara personel keamanan bandara berjumlah 120 orang.


“Total personel yang dilibatkan dalam latihan ini mencapai 508 orang dari berbagai instansi. Sebagian besar justru berasal dari unsur pendukung di luar Angkasa Pura,” katanya.


Pihak bandara juga memastikan kerja sama dengan rumah sakit di Manado tetap terjalin untuk mendukung penanganan korban apabila terjadi kondisi darurat penerbangan.


Sebelum pelaksanaan simulasi penuh di lapangan, seluruh pihak telah mengikuti latihan table top atau simulasi koordinasi di ruang rapat. Tahapan itu kemudian dilanjutkan dengan latihan lapangan untuk mengukur kecepatan respons dan pola penanganan darurat secara nyata.


“Bandara tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus melibatkan pihak eksternal, khususnya dukungan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait,” tuturnya.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close