![]() |
| Kepala BPS Provinsi Sulut, Watekhi, menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 saat pencanangan SE 2026 di Sulut, Selasa (30/6/2026) ((Indinews.id/Subhan)). |
MANADO, indinews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaporkan perkembangan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang hingga akhir Juni menunjukkan progres pendataan lapangan mencapai 19,52 persen. Pendataan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Sulawesi Utara dengan melibatkan 2.401 petugas sensus.
Kepala BPS Provinsi Sulut, Watekhi, menyampaikan, berbagai tahapan telah dijalankan untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung tepat waktu serta menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.
Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat komunikasi, koordinasi, dan diplomasi (KKD) dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulut, pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, DPRD, instansi vertikal, asosiasi usaha, akademisi, media massa, hingga berbagai mitra strategis lainnya.
"Hingga saat ini telah mendapatkan 259 dukungan dari berbagai stakeholder," ujarnya saat pencangan SE 2026 di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Selasa, (30/6/2026).
Selain itu, BPS Sulut juga telah melaksanakan 218 kegiatan sosialisasi yang diikuti sebanyak 33.687 peserta di berbagai daerah.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulut beserta seluruh pemerintah kabupaten/kota yang telah menerbitkan surat edaran sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus.
"Surat edaran dari Gubernur Sulut adalah surat edaran yang pertama di Indonesia," katanya.
Tidak hanya itu, sosialisasi juga diperkuat melalui testimoni kepala daerah, pimpinan instansi, asosiasi usaha, pelaku usaha, serta melibatkan influencer dan entertainer untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
BPS Sulut juga menggelar program "Ngisi Bareng" atau Ngibar sebagai wadah pengisian kuesioner Sensus Ekonomi secara mandiri bagi pelaku usaha dengan pendampingan petugas BPS.
"Kegiatan Ngibar masih terus diagendakan hingga bulan Juli 2026 demi satu tujuan, semua usaha memberikan data yang akurat dan berkualitas," ujarnya.
Hingga saat ini, kegiatan Ngibar telah dilaksanakan sebanyak 111 kali dengan melibatkan 1.693 pelaku usaha di Sulawesi Utara.
Untuk mendukung pendataan, sebanyak 2.401 petugas sensus telah direkrut melalui proses seleksi terbuka yang meliputi seleksi administrasi, tes kompetensi, wawancara, hingga penandatanganan pakta integritas. Seluruh petugas juga telah mengikuti pelatihan teknis sebelum diterjunkan ke lapangan.
Pendataan secara door to door telah dimulai sejak 15 Juni dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Petugas mendata berbagai jenis usaha sekaligus mengumpulkan informasi ekonomi keluarga sebagai bagian dari rangkaian Sensus Ekonomi.
BPS Sulut mencatat, selama 15 hari pelaksanaan pendataan telah berhasil mendata sebanyak 9.263 unit usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah maupun usaha besar, serta 56.975 usaha keluarga.
"Kami optimistis dengan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, capaian pendataan akan mencapai 100 persen pada akhir periode pendataan," katanya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Utara sebagai bentuk komitmen bersama menyukseskan pelaksanaan sensus.
"Sensus Ekonomi 2026 bukan tentang pengumpulan data oleh BPS, melainkan tentang menyediakan data untuk Indonesia," tegasnya.
(sab)
