Notification

×

Demo Anarkis di Pasar Bersehati Berbuntut Laporan Polisi, Direktur PD Pasar Manado Tempuh Jalur Hukum

27 Juli 2026 | Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-30T06:09:00Z


Manado, indinews.id - Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Pasar Bersehati, Kota Manado, Sulawesi Utara, berbuntut laporan polisi. Direktur PD Pasar Manado, Lucky Senduk, menempuh jalur hukum setelah terjadi dugaan pengrusakan aset pasar serta penganiayaan terhadap sejumlah karyawan saat demonstrasi pada Senin (27/7/2026) sore.

Lucky Senduk mengungkapkan, selain kerusakan fasilitas pasar, sejumlah karyawan PD Pasar Manado diduga menjadi korban intimidasi dan pemukulan saat aksi berlangsung.

"Bukan cuma pengrusakan, terjadi juga pemukulan terhadap karyawan kami di pasar. Dikejar-kejar juga sampai ibu-ibu petugas pasar diintimidasi dan diancam. Semua itu terekam dan kami telah melaporkannya ke Polresta Manado," ujar Lucky kepada wartawan usai aksi.

Ia menegaskan pihaknya tidak menolak kritik maupun aspirasi dari para pedagang. Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan.

"Silakan menyampaikan aspirasi, kita kaji bersama dan kita perbaiki bersama demi Pasar Bersehati yang lebih baik. Namun, yang terjadi sore tadi justru berujung pada pengrusakan," katanya.

Lucky juga menduga tidak seluruh peserta aksi merupakan pedagang Pasar Bersehati. Ia menilai terdapat pihak-pihak dari luar yang ikut terlibat dalam demonstrasi yang berujung anarkis tersebut.

Atas insiden itu, PD Pasar Manado melaporkan pihak yang mengatasnamakan Forum Persatuan Persaudaraan Pasar Tradisional (FP3T) Manado, termasuk koordinator aksi dan pengurus organisasi tersebut, ke Polresta Manado untuk diproses secara hukum.

"Laporan kami terkait rombongan demonstrasi yang menamakan dirinya FP3T. Ada ketua, sekretaris, dan pengurusnya yang kami laporkan sesuai prosedur hukum yang berlaku," ujarnya.

Sebelumnya, massa FP3T Manado menggelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sulawesi Utara dan Kantor BPKP Sulawesi Utara pada Senin pagi. Mereka memprotes pemasangan pagar pembatas di area lapak penjualan ikan serta mempertanyakan sejumlah kebijakan PD Pasar Manado yang dinilai merugikan pedagang.

Aksi kemudian berlanjut di Pasar Bersehati pada sore hari. Situasi memanas dan berujung pada dugaan pengrusakan aset PD Pasar Manado serta dugaan penganiayaan terhadap sejumlah karyawan yang bertugas di lokasi.

Kasus tersebut kini tengah ditangani aparat kepolisian setelah laporan resmi disampaikan oleh pihak PD Pasar Manado.

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close