Notification

×

Sulut Perkuat Layanan Kesehatan hingga Pulau Terluar, Lansia Jadi Salah Satu Prioritas Program

27 Juni 2026 | Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-26T18:09:33Z

 

Gubenur Sulut, Yulius Selvanus saat menghadiri talkshow Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Jakarta, Jumat (26/6/2026). (Dok. Istimewa)

JAKARTA, indinews.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan mengedepankan tiga prinsip utama, yakni layanan yang dekat, cepat, dan bermutu.


Prinsip tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan, dapat mengakses layanan kesehatan secara mudah dan berkualitas.


"Saya ingin masyarakat Sulawesi Utara mendapatkan kemudahan dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, layanan kesehatan harus memiliki tiga sifat, yaitu dekat, cepat, dan bermutu," ujar Gubenur Sulut, Yulius Selvanus saat menghadiri talkshow Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Jumat (26/6/2026).


Ia menjelaskan, konsep layanan yang dekat diwujudkan melalui keberadaan fasilitas kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Posyandu, Puskesmas Pembantu, Puskesmas, hingga rumah sakit daerah dengan berbagai tipe pelayanan.


Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang dekat dengan permukiman akan mempermudah masyarakat memperoleh pertolongan ketika membutuhkan layanan medis.


Selain itu, pemerintah juga menekankan pentingnya kecepatan pelayanan dengan memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, dokter, obat-obatan, hingga peralatan medis yang memadai.


"Setiap ada keluhan masyarakat, pelayanan harus cepat. Karena itu kami terus menyiapkan dokter, tenaga kesehatan, obat-obatan, hingga alat kesehatan agar masyarakat dapat segera ditangani," katanya.


Sementara aspek mutu pelayanan diarahkan agar masyarakat dapat memperoleh pengobatan secara optimal tanpa harus selalu dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.


Namun demikian, tantangan geografis masih menjadi perhatian pemerintah mengingat Sulut memiliki ratusan pulau dengan sebaran penduduk yang tidak merata.


"Kami memiliki 382 pulau dan sebagian masyarakat tinggal di wilayah kepulauan. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap dapat dijangkau seluruh masyarakat," ujarnya.


Selain meningkatkan pelayanan kesehatan umum, pemerintah daerah juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok lanjut usia atau lansia melalui berbagai program pemberdayaan.


Pemerintah menargetkan lansia di Sulut tetap sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik di usia senja.


"Saya ingin lansia tetap produktif, bermartabat, dan sehat. Jangan sampai lansia hanya menunggu waktu tanpa aktivitas," katanya.


Program tersebut mengacu pada konsep tujuh dimensi lansia tangguh yang mencakup aspek spiritual, kesehatan, fisik, intelektual, sosial, hingga pengembangan hobi dan kebahagiaan.


Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi lansia, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, hingga deteksi dini penyakit jantung.


"Lansia perlu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dan tetap aktif bergerak agar kondisi fisik dan organ tubuh tetap terjaga," ujarnya.


Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulut juga tengah menyiapkan pembangunan Taman Lansia sebagai ruang aktivitas dan interaksi sosial bagi warga lanjut usia.


Di sisi lain, perhatian terhadap pemenuhan gizi juga diberikan kepada kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.


Pemerintah mendorong ibu hamil untuk rutin memeriksakan kandungannya sejak trimester pertama guna mencegah berbagai risiko kesehatan, termasuk stunting pada anak.


"Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan sejak usia kandungan 0 sampai 12 minggu dan melanjutkannya hingga enam kali kunjungan selama masa kehamilan," katanya.


Namun, tingkat kepatuhan terhadap kunjungan pemeriksaan kehamilan masih menjadi tantangan karena baru sekitar 24 persen ibu hamil yang menjalani enam kali pemeriksaan sesuai anjuran.


Padahal, menurutnya, perawatan kesehatan ibu selama masa kehamilan memiliki peran penting dalam mencegah stunting sejak dini.


"Stunting berawal sejak masa kehamilan. Jika kesehatan ibu dan janin tidak dijaga dengan baik, maka pertumbuhan anak bisa terdampak," ujarnya.


Untuk mendukung kesehatan ibu dan anak, pemerintah juga menyediakan berbagai bantuan berupa vitamin, suplemen penambah darah, hingga dukungan gizi bagi kelompok sasaran.


"Kami berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Pelayanan yang dekat, cepat, dan bermutu menjadi perhatian utama kami dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Sulawesi Utara," katanya.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close