Notification

×

BI Gelar Sinergi Pasar Murah di Manado, Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Masyarakat

21 Juli 2026 | Juli 21, 2026 WIB Last Updated 2026-07-21T16:16:02Z

 

Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar Sinergi Pasar Murah di Manado dalam rangka HUT ke-73 BI untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi, Selasa (21/7/2026) ((Dok. Chindy M))

MANADO, indinews.id - Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Pemerintah Kota Manado, Perum Bulog, Satgas Pangan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar Sinergi Pasar Murah dalam rangka memperingati HUT ke-73 Bank Indonesia.


Kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi yang masih berada di atas sasaran nasional.


Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut, Joko Supratikto menjelaskan bahwa pasar murah merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, bukan hanya program BI semata.


"Pasar Murah ini merupakan bentuk sinergi berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia, pemerintah daerah, Bulog, Kadin, hingga instansi lainnya. Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi semua pihak," ujarnya, Selasa (21/7/2026)


Joko mengungkapkan, inflasi Sulut pada Juni 2024 tercatat sebesar 2,12 persen secara bulanan, sedangkan inflasi tahun berjalan mencapai 4,48 persen. Angka tersebut berada di atas sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.


Sementara itu, inflasi Kota Manado secara kumulatif hingga Juni 2024 mencapai 4,05 persen. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan, terutama cabai rawit, bawang merah, dan beras.


"Tekanan inflasi terutama dipengaruhi kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, dan beras akibat terganggunya distribusi antarwilayah, khususnya setelah banjir di Gorontalo yang memengaruhi pasokan ke Sulawesi Utara," katanya.


Bank Indonesia menilai pengendalian inflasi tidak cukup hanya dengan memantau harga, tetapi juga harus menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan.


Selain melalui pasar murah, BI juga mendorong peningkatan produktivitas pertanian dengan penerapan Good Agricultural Practices, memperkuat kerja sama antardaerah berbasis business to business, serta melakukan pembinaan Petani Unggulan Sulawesi Utara (PATUA).


"Kami terus memperkuat sektor hulu melalui pembinaan petani, penyediaan alat dan mesin pertanian, hingga pendampingan digital farming agar produksi pangan strategis di Sulawesi Utara terus meningkat," ujarnya.


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, antara lain beras SPHP Rp58.000 per lima kilogram, minyak goreng Rp19.000 per botol, gula pasir Rp18.500 per kilogram, bawang putih Rp44.000 per kilogram, telur ayam Rp53.000 per baki, daging ayam Rp32.000 per ekor.


Ada juga cabai rawit lokal Rp40.000 per kilogram, cabai rawit Juwita Rp30.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp15.000 per kilogram, tomat dan ketimun masing-masing Rp5.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, serta melon dan semangka Rp8.000 per kilogram.


Selain penyediaan pangan murah, BI juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperluas penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS. 


Masyarakat yang melakukan pembayaran menggunakan QRIS senilai Rp73 berkesempatan memperoleh voucher potongan harga sebesar Rp5.000 sebagai bagian dari peringatan HUT ke-73 Bank Indonesia.


Tak hanya itu, BI juga menghadirkan layanan kas keliling untuk penukaran uang lusuh dengan uang layak edar tanpa dikenakan biaya.


"Kegiatan ini menjadi momentum agar Hari Ulang Tahun Bank Indonesia benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," kata Joko.


Dalam kesempatan itu, Bank Indonesia juga memperkenalkan rencana pemanfaatan gedung bersejarah eks De Javasche Bank di Kota Manado sebagai museum yang akan menampilkan sejarah uang, perbankan, serta perjalanan kelembagaan Bank Indonesia dari masa ke masa.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close