![]() |
| Teknisi AHASS memeriksa kondisi shockbreaker sepeda motor Honda sebagai bagian dari perawatan berkala untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara, Kamis (23/7/2026).((Dok. Istimewa)) |
MANADO, indinews.id - Kondisi shockbreaker atau suspensi sepeda motor perlu mendapat perhatian karena berperan penting dalam meredam guncangan sekaligus menjaga kestabilan kendaraan saat melintasi jalan tidak rata, berlubang, maupun ketika bermanuver.
Seiring usia pemakaian, performa komponen ini dapat menurun sehingga berdampak pada kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Beberapa tanda yang menunjukkan shockbreaker mulai mengalami kerusakan antara lain :
1. Muncul rembesan oli pada shockbreaker
Rembesan oli menjadi salah satu tanda paling umum bahwa shockbreaker mengalami kerusakan. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh seal shock yang aus atau sobek akibat usia pemakaian maupun kotoran yang menempel.
Jika dibiarkan, kebocoran oli dapat mengurangi kemampuan suspensi dalam meredam guncangan sehingga motor terasa kurang stabil saat dikendarai.
2. Ban belakang terasa bergoyang
Apabila ban belakang terasa bergoyang saat melewati jalan berlubang, bergelombang, bahkan di jalan yang relatif rata, bisa jadi performa shockbreaker sudah menurun.
Kondisi ini membuat motor menjadi kurang stabil dan berisiko membahayakan, terutama saat menikung atau berkendara dalam kecepatan tinggi.
3. Shockbreaker sering terasa mentok
Shockbreaker memang dapat terasa mentok ketika sepeda motor membawa beban berlebih. Namun, apabila kondisi tersebut terjadi saat motor digunakan dengan beban normal atau melintasi jalan yang relatif rata, hal ini menandakan bahwa shockbreaker sudah tidak bekerja secara optimal dan perlu segera diperiksa.
Jika gejala tersebut dibiarkan, kemampuan suspensi dalam meredam guncangan akan berkurang dan membuat motor menjadi kurang stabil.
Technical Service Department Head PT Daya Adicipta Wisesa, Ridwan Marpela, mengatakan kerusakan shockbreaker tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi pengendalian sepeda motor dan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Shockbreaker merupakan salah satu komponen penting yang mendukung keamanan dan kenyamanan berkendara. Oleh karena itu, apabila mulai muncul gejala-gejala kerusakan, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah maupun membahayakan pengendara," ujar Ridwan, Kamis (23/7/2026).
Ia mengimbau pengguna sepeda motor Honda untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala di bengkel resmi AHASS agar seluruh komponen kendaraan, termasuk sistem suspensi, tetap dalam kondisi optimal.
"Lakukan pemeriksaan dan perawatan berkala di bengkel resmi AHASS terdekat agar kondisi sepeda motor Honda selalu optimal, sehingga perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan," tutup Ridwan.
(sab)
