Notification

×

387 Ribu Merchant di Sulut Sudah Pakai QRIS, UMKM Jadi Penggerak Utama Transaksi Digital

19 Agustus 2026 | Agustus 19, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T16:24:49Z

 

Media Update Triwulan III Kantor OJK SulutGo di Kantor BPS Sulut, Rabu (19/8/2026).((indinews.id/Subhan))


MANADO, indinews.id - Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meluas di Sulawesi Utara. Hingga 30 Juni 2026, tercatat 387.182 merchant telah menggunakan QRIS untuk melayani transaksi masyarakat.


Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, dan Implementasi Kebijakan Makroprudensial (SP PUR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Ircham Andrianto Taufick mengatakan, lebih dari 90 persen merchant QRIS di Sulawesi Utara merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran pembayaran digital dalam mendorong UMKM masuk ke ekosistem ekonomi digital.


"Selama dia punya QRIS, itu dia bisa tidak hanya terlayani secara digital, tapi juga dia sudah bisa go international." ujar Ircham pada Media Update Triwulan III Kantor OJK SulutGo di Kantor BPS Sulut, Rabu (19/8/2026).


Dengan menggunakan QRIS, pelaku usaha di Sulawesi Utara tidak hanya dapat menerima pembayaran dari konsumen domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara dari negara yang telah terhubung dengan sistem QR lintas negara.


Saat ini, QRIS telah terkoneksi dengan enam negara, yakni Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.


"Sistem tersebut memungkinkan wisatawan asing melakukan pembayaran di Indonesia menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya. Pedagang di Indonesia tetap menerima dana dalam rupiah, sedangkan proses konversi dilakukan dalam sistem," tuturnya.


Selain jumlah merchant yang terus bertambah, pengguna QRIS di Sulawesi Utara hingga akhir Juni 2026 telah mencapai 597.970 pengguna. Sementara transaksi QRIS selama Januari-Juni 2026 mencapai 26,48 juta transaksi.


Sulawesi Utara juga menjadi salah satu daerah dengan aktivitas transaksi digital tinggi di kawasan Sulampua. Dalam pemaparan Bank Indonesia, posisi Sulawesi Utara berada di urutan kedua setelah Sulawesi Selatan.


Secara nasional, perkembangan QRIS juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Juni 2026, tercatat sekitar 44,86 juta merchant dan 65,77 juta pengguna. Pada periode Januari-Juni 2026, transaksi QRIS secara nasional mencapai 12,55 miliar transaksi.


Pertumbuhan tersebut menjadi peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar tanpa harus bergantung pada transaksi tunai.


Bank Indonesia juga terus mendorong peningkatan literasi digital agar pertumbuhan penggunaan QRIS diikuti kemampuan masyarakat dalam menjaga keamanan transaksi.


"Jadi jangan sampai kita hanya membuat transaksinya makin cepat tapi tidak aman," katanya.


Mulai 1 Desember 2026, transaksi QRIS dengan nilai paling banyak Rp100.000 akan dikenakan merchant discount rate (MDR) sebesar 0 persen. Kebijakan ini diharapkan semakin memperluas penggunaan QRIS di masyarakat.


"Di mana untuk transaksi QRIS dengan nilai transaksi Rp100.000 ke bawah, di situ sudah tidak dikenakan MDR. Jadi, Rp0."


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close