MANADO, indinews id - Dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026, Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat lebih dari 250.000 transaksi menggunakan QRIS. Capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.
“Sepanjang rangkaian kegiatan Pekan QRIS Nasional ini, kami mencatat lebih dari 250.000 volume transaksi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Joko Supratikto, Senin (17/8/2026).
Perkembangan tersebut sejalan dengan posisi Sulut sebagai salah satu provinsi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) dengan tingkat adopsi digital yang tinggi.
Penguatan ekosistem QRIS juga dilakukan melalui kolaborasi BI Sulut bersama sejumlah bank.
BI memberikan apresiasi kepada BNI, BRI, dan Bank Mandiri atas dukungan dalam memperluas penggunaan QRIS di Sulut.
Sejak awal 2024 hingga saat ini, sinergi BI Sulut dengan perbankan telah diwujudkan melalui 11 program kolaboratif. Program tersebut diarahkan untuk menambah pengguna dan pedagang QRIS sekaligus meningkatkan frekuensi serta volume transaksi.
Dari 11 program kolaborasi tersebut, BI Sulut mencatat 559.640 transaksi QRIS, disertai penambahan 11.506 pengguna baru dan 3.906 pedagang baru.
“Capaian ini menjadi indikasi bahwa sinergi yang kita lakukan antara Bank Indonesia dengan perbankan memberikan hasil yang nyata dalam memperkuat dan memperluas basis penggunaan QRIS,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan QRIS kini tidak hanya berkembang di kalangan masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga mulai menjadi bagian dari digitalisasi transaksi pemerintah daerah.
Malam puncak Pekan QRIS Nasional kemudian menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada para mitra strategis yang dinilai berkontribusi terhadap perluasan akseptasi dan penggunaan QRIS di Sulawesi Utara.
Penghargaan tersebut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan manfaat pembayaran digital yang lebih luas bagi masyarakat.
Joko berharap pengembangan QRIS ke depan semakin memberikan dampak bagi pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor juga diharapkan terus diperkuat guna membangun ekosistem pembayaran digital yang aman, inklusif, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(sab)
