Notification

×

Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg hingga 65 Persen di Sejumlah Wilayah Sulsel dan Sulbar

16 Agustus 2026 | Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T14:17:34Z

 

Petugas melakukan penyaluran LPG 3 kg di salah satu pangkalan resmi. Pertamina menambah pasokan LPG 3 kg hingga 65 persen di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat. (Dok.Istimewa)

MAKASSAR, indinews.id - Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan pasokan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Barat (Sulbar). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang aktivitas pertaniannya sedang meningkat.


Penambahan pasokan atau extra dropping dilakukan secara selektif berdasarkan kondisi penyerapan LPG di masing-masing daerah. Pada periode akhir Juli hingga Agustus 2026, tambahan pasokan LPG 3 kg mencapai 65 persen dari rata-rata penyaluran harian di wilayah yang dinilai membutuhkan.


Pertamina menyebut kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan. Wilayah dengan tingkat serapan tinggi, termasuk sejumlah sentra pertanian, menjadi prioritas penyaluran tambahan.


Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penyesuaian pasokan merupakan respons terhadap perubahan kebutuhan masyarakat sekaligus upaya menjaga ketersediaan LPG bersubsidi.


"Kami terus memantau perkembangan kebutuhan LPG 3 kg di lapangan. Ketika terdapat peningkatan kebutuhan di wilayah tertentu, Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran melalui extra dropping secara terukur dan selektif. Untuk periode ini, tambahan pasokan mencapai 65 persen dari rerata penyaluran harian dan diarahkan ke wilayah dengan tingkat serapan tinggi, termasuk sentra-sentra pertanian," ujar Lilik, Minggu (16/8/2026).


Dalam proses penyaluran, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agen, pangkalan, serta pihak terkait lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan tambahan LPG dapat diterima masyarakat secara optimal dan sesuai ketentuan.


Selain menambah pasokan LPG 3 kg, Pertamina juga mendorong penggunaan LPG nonsubsidi bagi sektor pertanian. Salah satunya melalui aktivasi program BrightGas yang ditujukan bagi petani yang tidak masuk dalam kategori penerima LPG 3 kg sesuai aturan pemerintah.


Lilik menegaskan, LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi yang pemanfaatannya harus sesuai peruntukan. Petani yang tidak tercantum dalam Daftar Penerima Paket Perdana (DP3) tidak diperbolehkan menggunakan LPG 3 kg untuk kegiatan pertanian.


"Kami juga terus mendorong penggunaan BrightGas bagi sektor pertanian, khususnya bagi petani yang tidak termasuk dalam DP3. LPG 3 kg merupakan LPG bersubsidi yang penggunaannya harus tepat sasaran. Dengan adanya pilihan LPG Non Subsidi, kebutuhan energi untuk kegiatan pertanian tetap dapat dipenuhi tanpa menggunakan LPG subsidi di luar peruntukannya," jelas Lilik.


Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pemantauan terhadap distribusi LPG 3 kg akan terus dilakukan. Evaluasi juga akan melibatkan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait guna menjaga kestabilan stok serta memastikan penyaluran berjalan sesuai sasaran.


Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kg melalui pangkalan resmi dan menggunakan produk bersubsidi tersebut sesuai peruntukannya.


Untuk informasi mengenai produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi MyPertamina. Sementara informasi maupun pengaduan terkait layanan LPG dapat disampaikan melalui Pertamina Customer Solution (PCS) 135 yang beroperasi selama 24 jam.


(sab

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close