![]() |
| Aktivitas penumpang di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Jumlah penumpang angkutan udara Sulawesi Utara turun 6,07 persen secara tahunan pada September 2026. (Dok.Istimewa) |
MANADO, indinews.id - Mobilitas masyarakat melalui jalur udara dan laut di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami perlambatan pada September 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat jumlah penumpang angkutan udara pada September 2026 mencapai 139,92 ribu orang.
Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 6,07 persen dibandingkan September 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi mengatakan, penurunan mobilitas juga terlihat pada sektor transportasi laut.
"Jumlah kunjungan kapal di pelabuhan Sulawesi Utara tercatat sebanyak 836 unit atau turun 10,78 persen secara tahunan," ujar Watekhi.
Tidak hanya kunjungan kapal, pergerakan penumpang laut juga mengalami penurunan cukup besar.
Jumlah penumpang yang berangkat melalui angkutan laut merosot 29,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah penumpang yang datang mengalami penurunan 28,62 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas transportasi penumpang di Sulawesi Utara menghadapi tekanan, baik pada jalur udara maupun laut.
Penurunan ini menjadi salah satu indikator yang menggambarkan perubahan mobilitas masyarakat serta aktivitas perjalanan antardaerah dan antarwilayah selama September 2026.
Transportasi udara dan laut sendiri memiliki peranan penting dalam mendukung konektivitas Sulawesi Utara, mengingat karakteristik wilayah yang terdiri atas daratan dan kepulauan.
(sab)
