MANADO, indinews.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di daerah.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Reza Dotulong, dalam puncak acara Urban DigiFest 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur menilai Urban DigiFest 2026 tidak sekadar menjadi festival, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mempertemukan potensi budaya, kreativitas masyarakat, komoditas lokal, dan teknologi dalam pengembangan ekonomi daerah.
“Urban DigiFest 2026 dengan tema ‘Rupa Rasa Kawanua: Merajik Tradisi, Menyeduh Inovasi’ sangat tepat menggambarkan kekuatan yang kita miliki, yaitu kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan potensi komoditas lokal yang dapat kita dorong menjadi kekuatan ekonomi baru,” ujarnya, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, Sulut memiliki prospek ekonomi yang besar melalui sejumlah sektor unggulan, antara lain perdagangan, pariwisata, pertanian, perkebunan, UMKM, dan ekonomi kreatif.
Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut dinilai harus dibarengi dengan peningkatan kualitas dan pemerataan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong peningkatan produktivitas, penciptaan nilai tambah, penguatan daya saing, serta pembukaan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
UMKM menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian serius karena tumbuh dari masyarakat dan memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi.
“Pemerintah Provinsi Sulut terus mendorong agar UMKM tidak hanya bertambah dari sisi jumlah, tetapi juga mampu naik kelas,” katanya.
Upaya tersebut, lanjut dia, perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, hilirisasi, penguatan merek, perluasan akses pasar, hingga pembiayaan bagi pelaku usaha. Ia juga menyoroti potensi berbagai produk lokal Sulawesi Utara, seperti kopi, kuliner, wastra, kriya, dan fesyen.
Produk-produk tersebut dinilai tidak hanya merepresentasikan kekayaan budaya daerah, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.
Urban DigiFest menjadi salah satu contoh kolaborasi dalam mengembangkan potensi tersebut. Berbagai kegiatan, mulai dari pameran UMKM, promosi produk unggulan, pengembangan kopi dan wastra, edukasi, kompetisi kreatif, hingga digitalisasi transaksi, dinilai mampu membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha.
Urban DigiFest 2026 juga bersinergi dengan Sulut Provifest dan menghadirkan lebih dari 200 UMKM unggulan Sulut Peserta berasal dari berbagai sektor, termasuk wastra, kriya, kopi, makanan dan minuman, perbankan, pariwisata, investasi, serta bidang lainnya.
“Ini menunjukkan bahwa kita memiliki ekosistem ekonomi kreatif yang semakin berkembang dan memiliki potensi untuk menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara,” ujarnya.
Selain pengembangan produk, Gubernur menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM. Digitalisasi, kata dia, tidak boleh hanya digunakan untuk pembayaran, tetapi juga harus dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran, memperbaiki pencatatan usaha, membangun jejaring, memperoleh akses pembiayaan, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan pemanfaatan tersebut, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Gubernur juga turut memberikan apresiasi kepada Bank Indonesia Perwakilan Sulut yang secara konsisten menghadirkan Urban DigiFest sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Apresiasi juga disampaikan kepada pemerintah daerah, Dekranasda, perbankan, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM, insan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap Urban DigiFest dapat berkembang menjadi platform kolaborasi ekonomi yang mampu mendorong lebih banyak UMKM naik kelas, melahirkan wirausaha baru, memperluas akses pasar dan pembiayaan, meningkatkan transaksi digital, serta menciptakan dampak berganda bagi perekonomian Sulawesi Utara.
“Mari kita jadikan Urban DigiFest 2026 sebagai momentum untuk memperkuat semangat bahwa produk lokal harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri, sekaligus mampu menembus pasar nasional dan internasional,” katanya.
Gubernur juga mengajak seluruh pihak untuk terus memadukan kekayaan tradisi dengan inovasi dan teknologi agar potensi lokal dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Mari kita terus merajik tradisi dengan inovasi, mempertemukan kekayaan budaya dengan teknologi, dan mengubah potensi lokal menjadi nilai ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
(sab)
