![]() |
| Media Update Triwulan III Kantor OJK SulutGo, Rabu (19/8/2026).((indinews.id/Subhan)). |
MANADO, indinews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) memperkuat edukasi masyarakat untuk menghadapi maraknya aktivitas keuangan ilegal dan kejahatan digital.
Perkembangan teknologi membuat berbagai penawaran produk dan layanan keuangan semakin mudah ditemukan masyarakat.
Namun, kondisi tersebut juga dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menawarkan investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai aktivitas keuangan yang berpotensi merugikan konsumen.
OJK terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan aparat penegak hukum untuk memperkuat pencegahan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat.
"Ini tantangan terus. Kami berkoordinasi dengan APH, jadi kita punya Satgas PASTI. Kita terus berkoordinasi bagaimana meningkatkan edukasi kepada masyarakat luas," ujar Kepala OJK SulutGo, Robert H Sianipar pada Media Update Triwulan III Kantor OJK SulutGo, Rabu (19/8/2026).
Edukasi tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga kelompok yang memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan kepada Bhabinkamtibmas.
Di Gorontalo, sekitar 200 Bhabinkamtibmas diberikan edukasi mengenai aktivitas keuangan ilegal. Langkah tersebut diharapkan membantu memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat hingga tingkat lapangan.
Kelompok mahasiswa juga menjadi sasaran penting. Melalui program Satgas PASTI Goes to Campus, OJK memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai bahaya investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal lainnya.
Program tersebut dinilai relevan karena mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang aktif menggunakan internet dan media sosial, sehingga berpotensi menjadi sasaran berbagai penawaran keuangan digital.
Selain pencegahan kejahatan keuangan, OJK juga terus mendorong peningkatan inklusi melalui sejumlah program. Di antaranya KEJAR atau Satu Rekening Satu Pelajar, Simuda (Simpanan Pemuda), serta Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI).
Program EKI salah satunya diterapkan di Desa Darunu, Kabupaten Minahasa Utara. Melalui program tersebut, masyarakat didorong memahami akses permodalan, pengelolaan keuangan, serta pentingnya menabung.
OJK juga memiliki program SETARA yang diarahkan untuk meningkatkan akses layanan keuangan bagi penyandang disabilitas.
Berbagai kampanye literasi keuangan turut digencarkan, antara lain Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan), Bulan Literasi Keuangan, Global Money Week, dan Hari Indonesia Menabung.
OJK berharap penguatan edukasi dan kolaborasi lintas lembaga dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko serta memilih produk dan layanan keuangan secara aman dan sesuai kebutuhan.
(sab)
