Notification

×

Sulut Coffee Fest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi dan Pengembangan Industri Kopi Sulawesi Utara

16 Agustus 2026 | Agustus 16, 2026 WIB Last Updated 2026-08-16T06:29:02Z

 

Sulut Coffee Fest 2026 yang menjadi bagian dari Urban DigiFest 2026 di Manado, Minggu (16/8/2026).((Dok.Istimewa)).

MANADO, indinews.id - Sulut Coffee Fest 2026 menjadi wadah bagi pelaku industri kopi, kafe, roastery, komunitas, dan pencinta kopi di Sulawesi Utara untuk bertemu, berbagi pengalaman, sekaligus memperluas peluang kolaborasi.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Urban DigiFest 2026 yang difasilitasi Bank Indonesia melalui Community Stage. 


Perwakilan Sulut Coffee Fest, Jeo Palar, mengatakan kehadiran ajang tersebut menjadi kesempatan penting bagi pelaku industri kopi di daerah untuk saling mengenal dan mengembangkan sektor usaha secara bersama-sama.


"Apalagi kita dari daerah Sulawesi Utara bisa dikasih platform, dikasih kesempatan buat tampil, buat kumpul-kumpul, buat ngembangin industri ini sama-sama. Ini momen yang sangat berarti," kata Jeo, Minggu (16/8/2026).


Menurutnya, kesibukan pelaku usaha kopi dan F&B membuat kesempatan untuk berkumpul serta bertukar gagasan secara langsung relatif terbatas. 


Karena itu, kegiatan seperti Sulut Coffee Fest dinilai dapat menjadi ruang untuk menyusun strategi pengembangan industri secara bersama.


"Yang pasti kita jadi punya sarana, kita jadi punya platform buat kumpul-kumpul satu sama lain. Itu bisa jadi bekal buat kita diskusi, bisa jadi bekal buat kita sama-sama berstrategi bagaimana caranya kita bikin event, bikin lomba, bikin kelas mungkin yang bisa level up industri kopi di Manado," ujarnya.


Jeo menyebut kolaborasi Sulut Coffee Fest dengan Bank Indonesia baru dimulai beberapa bulan terakhir. Ia berharap kerja sama tersebut dapat berlanjut dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan.


"Ini jadi kerja sama pertama yang kita harapkan bukan jadi yang terakhir juga. Biar kita bisa sama-sama kontribusi lebih buat komoditas andalan BI tahun ini, yaitu kopi," katanya.


Pada pelaksanaan tahun ini, Sulut Coffee Fest 2026 melibatkan sekitar 28 tenant yang berasal dari coffee shop, roastery, dan komunitas yang dinilai telah berkontribusi terhadap perkembangan industri kopi.


Jeo menegaskan jumlah tersebut bukan batas akhir keterlibatan pelaku usaha. Penyelenggara membuka peluang bagi pelaku industri lainnya untuk bergabung pada penyelenggaraan berikutnya.


"Kita buka kesempatan yang sama untuk teman-teman di luar sana yang mungkin saat ini belum bisa join. Terus berkembang, terus kontribusi buat industri kopi di Manado, dan nanti kita akan sangat senang kalau teman-teman yang lain juga bisa bergabung di tahun depan," tuturnya.


Selain menghadirkan tenant, Community Stage Sulut Coffee Fest juga diisi berbagai kegiatan yang berlangsung secara berkala. Program tersebut dirancang sebagai ruang bagi praktisi kopi untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi industri kopi dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.


Jeo mengatakan, potensi kopi tidak hanya berasal dari Manado, tetapi juga dari sejumlah daerah seperti Tomohon, Tondano, Kotamobagu, hingga Kepulauan Sangihe.


"Kita ingin menunjukkan bahwa kita juga Manado, Sulawesi Utara, Tomohon, Tondano, Kotamobagu, dan Sangihe itu benar-benar punya potensi yang sebenarnya bisa digali dan dikembangkan," ujarnya.


Ia berharap geliat industri kopi tersebut dapat menarik perhatian investor dan pelaku industri kopi berskala nasional untuk melihat peluang pengembangan usaha di Sulawesi Utara.


Rangkaian kegiatan juga mencakup talkshow yang menghadirkan pelaku industri kopi berpengalaman dan pelaku usaha modern. Selain itu, terdapat cupping session yang menjadi ruang untuk mengenal karakter berbagai jenis kopi sambil berbagi pengetahuan.


Pada dua hari terakhir, kegiatan akan dilanjutkan dengan kompetisi latte art dan manual brewing. Penyelenggara juga menghadirkan tiga praktisi kopi nasional, termasuk juara Indonesia Brewing Championship serta dua juri nasional Indonesia Latte Art Championship.


Jeo menilai rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang promosi kopi, tetapi juga sarana meningkatkan kapasitas dan memperkuat jejaring antarpelaku industri.


"Kita ingin ini benar-benar jadi ruang kreasi untuk praktisi kopi untuk berkarya, untuk menunjukkan bahwa industri kopi di Sulawesi Utara juga punya potensi yang bisa dikembangkan," katanya.


Sulut Coffee Fest 2026 diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem kopi daerah melalui kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat.


(sab

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close