Notification

×

Mendadak Jadi Dosen, Direktur Human Capital Pegadaian Edukasi 1.200 Pelajar dan Mahasiswa Unklab soal Investasi Emas

3 September 2026 | September 03, 2026 WIB Last Updated 2026-09-06T06:19:03Z

 

Direktur Human Capital PT Pegadaian (Persero), Tribuana Tunggadewi, saat memberikan edukasi literasi keuangan kepada mahasiswa Universitas Klabat Manado, Kamis (3/9/2026).((Dok.Istimewa))



MANADO, indinews.id - Direktur Human Capital PT Pegadaian (Persero), Tribuana Tunggadewi, mendadak tampil sebagai dosen di hadapan sekitar 1.200 mahasiswa dan siswa SMA Universitas Klabat (Unklab), Manado, Kamis (3/9/2026).


Tribuana hadir sebagai salah satu dari tiga pembicara dalam kegiatan literasi keuangan bertajuk "Smart Money Safe Digital: Menjadi Mahasiswa Cerdas Finansial di Era Digital" yang digelar di Pioneer Chapel Unklab.


Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Komite Masyarakat Perbankan Peduli (KMMP) Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Universitas Klabat.


Dalam kesempatan itu, Tribuana yang juga menjabat Ketua Komite KMMP menyampaikan materi bertajuk "From Physical Wealth to Digital Wealth: Evolusi Investasi di Era Digital".


Ia menjelaskan, perkembangan teknologi telah mengubah pola masyarakat dalam berinvestasi. Jika sebelumnya investasi lebih banyak dilakukan secara konvensional, kini berbagai instrumen investasi dapat diakses melalui platform digital.


Namun, menurut dia, perubahan cara berinvestasi tidak mengubah prinsip dasarnya. Investasi tetap membutuhkan komitmen dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian pendapatan atau kekayaan agar nilainya dapat bertumbuh pada masa mendatang.


Tribuana pun mendorong mahasiswa dan pelajar untuk mulai membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijak sejak usia muda.


"Bagi mahasiswa dan pelajar, bisa memulai investasi dari hal sederhana. Dengan menyisihkan sebagian dari uang jajan, menghemat uang kuliah, berapa saja yang penting konsisten," katanya.


Ia mengatakan, upaya membangun kebiasaan finansial yang sehat saat ini menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah fenomena doom spending.


Fenomena tersebut menggambarkan perilaku seseorang yang membelanjakan uang secara berlebihan karena merasa masa depan tidak pasti atau berada di luar kendalinya.


Menurut Tribuana, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kebiasaan menabung dan berinvestasi. Dengan begitu, masyarakat, termasuk generasi muda, tidak hanya mempertahankan nilai uang yang dimiliki, tetapi juga berpeluang meningkatkan aset pada masa depan.


Dari berbagai pilihan investasi, ia menyebut emas sebagai salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan oleh mahasiswa dan pelajar.


Salah satunya melalui Tabungan Emas yang dapat dimulai dengan setoran minimal Rp10.000.


Tribuana menjelaskan, emas memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya menarik sebagai instrumen investasi, antara lain sebagai aset safe haven, lindung nilai, relatif tahan terhadap inflasi, serta mudah dicairkan ketika dibutuhkan.


"Tahun 2020, harga emas mencapai Rp 1 jutaan. Akhir tahun 2025, mencapai Rp 3 juta. Terjadi peningkatan 226 persen dalam lima tahun. Imbal hasil tahunannya di atas rata-rata," ujarnya.


Ia juga memperkenalkan berbagai kemudahan investasi emas melalui aplikasi Tring! milik Pegadaian.


Melalui aplikasi tersebut, nasabah dapat mengakses beragam layanan investasi dan kebutuhan finansial dalam satu platform.


Nasabah dapat membeli emas batangan melalui layanan Cicil Emas maupun mengumpulkan emas melalui Tabungan Emas dengan setoran yang disesuaikan kemampuan.


Pegadaian juga menyediakan Deposito Emas yang dapat dikonversikan dari saldo Tabungan Emas. Produk tersebut memberikan jaminan bunga 1 persen setiap tahun dalam bentuk gramasi emas setiap bulan.


"Mana kala kita butuh uang, adik-adik misalnya mau bayar UKT, saldo Tabungan Emasnya tinggal digadaikan. Uangnya masuk ke rekening. Semudah itu," ujarnya lagi.


Tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, saldo Tabungan Emas dan Deposito Emas juga dapat digunakan sebagai jaminan untuk kebutuhan usaha maupun pinjaman multiguna.


Sementara itu, Pemimpin Pegadaian Kanwil V Suluttenggo Malut Papua, Maksum, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan generasi muda.


"Edukasi pentingnya investasi sejak dini ini penting untuk menghasilkan generasi emas yang cerdas keuangan dan paham keamanan digital," kata Maksum.


Komitmen tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan edukasi. Pegadaian Kanwil V juga secara berkala memfasilitasi pembukaan Tabungan Emas bagi pelajar dan mahasiswa.


Terbaru, Pegadaian Kanwil V memberikan bantuan Tabungan Emas kepada 85 mahasiswa FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada puncak Hari Indonesia Menabung (BIM) Sulut yang digelar di Graha Gubernur Sulut Bumi Beringin, 20 Agustus 2026.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close