Notification

×

NTP Sulut Melonjak 6,09 Persen, Harga Tomat Dongkrak Kesejahteraan Petani

3 November 2026 | November 03, 2026 WIB Last Updated 2026-11-03T11:22:05Z

 

Petani memanen tomat. Kenaikan harga hortikultura ikut mendorong NTP Sulut pada Oktober 2026. (Dok.Istimewa)



MANADO, indinews.id - Kenaikan harga komoditas hortikultura memberikan dampak signifikan terhadap nilai tukar petani (NTP) di Sulawesi Utara (Sulut). Pada Oktober 2026, NTP Sulut tercatat mencapai 136,13 atau meningkat 6,09 persen dibandingkan bulan sebelumnya.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara yang dirilis 2 November 2026 menunjukkan peningkatan NTP terutama ditopang subsektor hortikultura.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi mengatakan, subsektor ini mengalami kenaikan sebesar 28,83 persen. Sementara subsektor peternakan juga mencatat pertumbuhan sebesar 0,74 persen.


"Meningkatnya harga tomat menjadi salah satu faktor yang memberikan pengaruh besar terhadap pergerakan nilai tukar petani pada periode tersebut," ujar Watekhi.


Namun, penguatan NTP tidak terjadi merata di seluruh subsektor pertanian. Subsektor perikanan, perkebunan rakyat, dan tanaman pangan justru mengalami penurunan.


Selain NTP, indikator Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga menunjukkan perkembangan positif. Pada Oktober 2026, NTUP Sulut mencapai 148,62 atau meningkat 6,11 persen dibandingkan September 2026.


Kenaikan NTUP mengindikasikan membaiknya kemampuan usaha pertanian dalam menutupi biaya produksi dibandingkan bulan sebelumnya.


Peningkatan kedua indikator tersebut menjadi gambaran bahwa sektor pertanian Sulawesi Utara masih memiliki dinamika yang beragam. Kenaikan harga hasil hortikultura memberikan keuntungan bagi petani pada subsektor tersebut, meskipun subsektor lainnya menghadapi kondisi berbeda.


(sab)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close